
Sumber Foto: www.daveharasti.com
MANADO -- Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Emil Salim, mengatakan Penelitian dan pengetahuan mengenai perubahan iklim dari dimensi kelautan masih minim dibandingkan perspektif kawasan darat seperti hutan dan lahan.
''Masih minim ilmu pengetahuan kelautan yang memiliki hubungan dengan perubahan iklim dunia. Padahal, laut mempunyai potensi yang luar biasa untuk menyerap CO2," kata Emil Salim, usai pembukaan International Symposium on Ocean Science, Technology and Policy di Manado Convention Center (MCC), Manado, Sulut, Selasa (12/5).
Ia mencontohkan, pertemuan konvensi internasional seperti konvensi perubahan iklim, konvensi keanekaragaman hayati dunia, namun dari semua konvensi tersebut selama tidak menyinggung megenai laut, alasannya karena laut tidak banyak diketahui.
Begitu pula ilmu pengetahuan mengenai hal apa yang pengaruhi laut dengan perubahan iklim belum banyak dilakukan para peneliti. ''Pengetahuan soal hubungan laut, perubahan iklim serta atmosfir bumi belum banyak diketahui,'' katanya.
Ilmu mengenai hubungan timbal balik dua hal antara laut dan atmosfir, menurutnya, sudah mengalami ketertinggalan, dan sebaliknya, justru ilmu tentang keterkaitan perubahan iklim dengan tumbuhan di daratan lebih banyak berkembang sehingga masuk dalam kebijakan perubahan iklim.
Atas dasar tersebut, pemerintah mendorong agar aspek kelautan tidak hanya dilakukan upaya penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, namun juga masuk dalam agenda kebijakan politik sebagai kebijakan bersama dunia dalam membangun konvensi kelautan. Makanya, melalui WOC yang dihadiri ratusan peserta kongres dari sejumlah negara, pertemuan konsorsium tersebut memutuskan kesepakatan hubungan antara perubahan iklim dikaitkan dengan laut.
Dalam kebijakan politik, tentunya, isu mengenai laut akan didesak masuk dalam agenda pembahasan pertemuan Panel Antarpemerintah PBB untuk Perubahan Iklim (Intergovermental Panel on Climate Change/IPCC) di Kopenhagen Desember 2009 nanti, melalui Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration/MOD). pertemuan IPCC di Kopenhagen Desember 2009 nanti," kata Emil Salim. zaky al hamzah



0 komentar:
Poskan Komentar