Rabu, 12 Desember 2007

Berkeliling Jakarta Naik KRL Ciliwung


Harian Republika dan Republika Online 03 Desember 2007

KRL Ciliwung, Moda Alternatif Atasi Kemacetan

Terdapat pemandangan tidak biasa di jalur satu Stasiun Gambir Jakarta Pusat pada Jumat (30/11) sekitar pukul 08.30 WIB. Ratusan calon penumpang sempat heran, mengapa banyak pejabat pemerintah pusat dan pemerintah provinsi berkumpul di lantai satu dan kemudian menuju ke lantai tiga. Hari itu, Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal meresmikan Kereta Rel Listrik (KRL) Ciliwung Blue Line atau disebut KA Lingkar Dalam Kota Jakarta. Turut hadir dalam peresmian tersebut Dirut PT KA Ronny Wahyudi, Dirjen Perkeretapian Departemen Perhubungan Wendy Aritenang, Sekdaprov DKI Jakarta Ritola Tasmaya, serta Kepala Dishub DKI Jakarta Nurachman.

KRL Ciliwung Blue Line, kereta lingkar dalam kota itu sejak itu menjadi pilihan moda angkutan umum yang baru bagi warga Jakarta. KRL Ciliwung Blue Line dirancang sebagai kereta yang mengelilingi stasiun-stasiun kecil di dalam kota, sebagai pengganti kendaraan pribadi atau angkutan umum lain. Kemacetan yang sangat parah di jalanan Jakarta menggerakkan PT Kereta Api menciptakan angkutan dalam kota yang bebas macet, nyaman, dan aman. Pengoperasian KRL Ciliwung dilepas Menhub dari Stasiun Gambir selanjutnya menuju Stasiun Manggarai. Perjalanan dilanjutkan menuju stasiun Mampang, Sudirman, Karet, Tanah Abang, Duri, Angke, Kampungbandan, Kemayoran, Pasarsenen, Kramat, Jatinegara. Dari stasiun Jatinegara, KRL berbalik arah dan menuju Stasiun Manggarai.

"KRL Ciliwung Blue Line dipersiapkan selama tiga minggu saja. KRL ini merupakan respons atas usul Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terhadap Presiden, sebagai alternatif untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah," ungkap menhub, sesaat sebelum meresmikan KRL Ciliwung Blue Line. Dinamakan Ciliwung karena start operasi KA ini dari Stasiun Manggarai yang dekat dengan Sungai Ciliwung. Maksud lain nama Ciliwung, pengoperasian KA ini terus berjalan jauh layaknya panjang sungai yang telah menjadi ikon Jakarta ini. Sedang tambahan Blue Line, menurut menhub, dimaksud KA ini ramah lingkungan dan mendukung program langit biru, karena menggunakan listrik sebagai tenaga penggeraknya.

Saat meluncur tepat pukul 08.30 WIB, suasana sejuk terasa di dalam ruangan KA bergerbong empat ini. KRL yang masih baru itu dilengkapi kursi fiber yang nyaman. Kursi-kursi itu ditata berhadapan dan merapat ke dinding kereta agar tersedia tempat yang lebar bagi penumpang yang berdiri. Tidak lupa, di sebelah pojok gerbong disediakan ruangan khusus penyandang cacat. Bagi penumpang yang berdiri disediakan pegangan dari besi yang memanjang dan melintang, serta ada pegangan layaknya di bus TransJakarta. Pegangan itu sangat kuat dan nyaman bagi telapak tangan karena belum berkarat. Bagi penumpang yang terbiasa naik KRL Pakuan Ekpress, maka seperti itulah KRL Ciliwung buatan PT INKA. Meski kursi duduk KRL Ciliwung tidak seempuk KRL Pakuan Ekpress.

Selain menjaga kenyamanan, PT KA juga menawarkan rasa aman bagi penumpang dengan menyiapkan delapan petugas polisi keamanan khusus (Polkamsus) Kereta Api. Dua pintu yang ada di dalam setiap gerbong masing-masing dijaga satu petugas keamanan yang serius. Menhub mengungkapkan, selama dua-tiga bulan PT KA memberikan diskon tarif menjadi Rp 3.500 per penumpang untuk sekali jalan, sedang tarif normal adalah Rp 5.000. ''Selama dua-tiga bulan adalah masa promosi untuk menarik minat masyarakat. Selama waktu itu pula, direksi PT KA akan mengevaluasi mana sarana dan fasilitas yang perlu diperbaiki dan dibenahi,'' tutur menhub, diamini Dirut PT KA Ronny.

Karena baru diresmikan, tidak semua masyarakat mengetahui adanya KRL Ciliwung ini. Ketika peresmian perdana, dari Stasiun Mangarai hingga kembali ke Stasiun Manggarai, warga biasa yang menumpang sekitar 30-an orang, Sisanya diisi pejabat serta staf dari Dishub DKI, Departemen Perhubungan, polisi, puluhan wartawan media cetak serta elektronik. Menhub dan Sekdaprov sendiri tidak ikut naik KA dioperasikan perdana.

MS Hendrowijono, salah satu penumpang yang juga Ketua Umum Masyarakat Pencinta Kereta Api (MASKA) mengaku kagum dengan beroperasinya kembali KA lingkar dalam kota ini. Pada tahun 1986 sampau tahun 1987, pemerintah pernah mengoperasikan KA lingkar dalam kota. Tapi belum sampai satu tahun, tidak banyak masyarakat yang naik. Ya wajar karena pada masa itu, Jakarta belum macet betul, dan aktivitas masyarakat tidak setinggi sekarang,'' katanya, menjelaskan sejarah KA lingkar dalam kota. Salah satu alasan tidak aktifnya KA lingkar dalam kota saat itu, tambahnya, karena rute yang dilewati bukan rute 'ramai'.

Hendrowijono yang masih aktif sebagai Presiden Direktur Delta Comsel itu mengaku naik KRL Ciliwung Blue Line dari Stasiun Tanah Abang. Selain ingin mencoba moda baru, kakek berusia 63 tahun itu ingin merasakan suasana dan mengecek kelengkapan sarana dan prasarana. Sebab, di MASKA di kerap aktif menulis tentang moda massal itu.


''Saya biasa mengamati moda massal. Kalau bagus, kan bisa buat referensi pembaca atau masyarakat untuk naik moda ini,'' tutur Hendro yang pernah bekerja di Harian Kompas selama 31 tahun itu. Saat ditanya apakah KRL Ciliwung ini telah menjadi moda alternatif mengatasi kemacetan di Jakarta, Hendro menyatakan optimis pengoperasian KRL Ciliwung Blue Line akan mendapatkan apresiasi positif masyarakat. Apalagi dengan kondisi jalan raya yang semakin macet, jalur kereta listrik ini diharapkan bisa menjadi moda transportasi alternatif selain busway. "Kalau keretanya nyaman kayak gini saya yakin orang berdasi pasti mau naik disini. Meski tarifnya pun sekitar Rp 7.500," ujar Hendro.


Anggota Komunitas Pelestari Kereta Api Indonesia (KPKAI) atau Indonesian Railway Presentation Society (IRPS), Untung Rustadi Soekono, juga mengungkapkan kegamumannya beroperasinya KRL Ciliwung. Warga Jalan Teknologi 9, Meruya Utara, Jakarta Barat ini mengaku beruntung karena memperoleh tiket perdana berkode AA 0000. ''Saya beli di Stasiun Tanah Abang, tadi dari rumah naik angkot menuju ke Stasiun Tanah Abang. Saya hanya ingin merasakan, apakah KRL ini nyaman atau seperti KA yang lain, ternyata nyaman seperti KA di Singapura. Meski banyak catatan dari saya,'' ujar pensiunan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berusia 59 tahun ini.

Sebelum merencanakan KRL Ciliwung, Untung ternyata sudah menyiapkan sejumlah usulan-usulan konkret buat PTKA. Misalnya, pada jalur lingkar yang dilalui KRL Ciliwung ditambah sejumlah stasiun pemberhentian di 9 titik. "Saat ini kan sudah ada 15 pemberhentian. Tapi masih banyak masyarakat yang ingin naik, hanya akses ke stasiun belum tersedia. Saya usul ditambah sembilan stasiun," jelas Untung, yang mencintai KA sejak kecil ketika di Semarang.

Kesembilan titik tersebut yakni stasiun pemberhentian dibawah jembatan Rasuna Said. Stasiun Pemberhentian di titik ini menurut Untung penting sebagai akses masyarakat menuju Jalan Imam Bonjol. Lalu Stasiun pemberhentian sebelum jalan laying Hasyim Asyari. Pemberhentian di titik ini penting sebagai akses ke pusat perbelanjaan Roxy Mas. Kemudian pemberhentian (stasiun) sebelum Jembatan Pejagalan. Di titik ini stasiun pemberhentian penting bagi para pekerja pergudangan yang berjumlah ribuan. Titik pemberhentian berikutnya yakni di Jalan Kampung Bandan sebagai akses warga perumahan sekitarnya; selanjutnya stasiun di Jalan Jalan Gunung Sahari sebagai akses ke Mangga Dua; di Jalan Angkasa sebagai Stasiun penyangga Stasiun Kemayoran. "Kalau berhenti di Stasiun Kemayoran, untuk ke Jalan Angkasa masih 500 meter, kan terlalu jauh, jadi siapa yang mau jalan," bebernya. Titik terakhir yang diusulkan dibangun stasiun pemberhentian, yakni di Jembatan Viaduct Matraman Raya. Titik ini nantinya akan menjadi akses masyarakat ke Jalan Pramuka.

Sedang Hendro mengusulkan agar pada setiap stasiun pemberhentian diperbanyak moda-moda penghubung. Hal itu untuk menghindari kasus yang sama pada 1986 yang lalu. Pada saat itu, jalur yang dilintasi justru melingkar, berbeda dengan yang dibutuhkan masyarakat. Diluar jalur Circle Line yang sudah ada, Hendro meminta PTKA bisa membangun jalur serupa yang menghubungkan Serpong dengan Kampung Bandan. Sebab banyak warga di Perumahan Serpong yang menginginkan moda kereta di jalur itu untuk kelas bisnis. "Nanti kalau ada suruh bayar Rp 7.500 pun pasti banyak yang mau," katanya.

Ritola mengatakan, saat ini Stasiun Dukuh Atas merupakan stasiun yang sudah terintegrasi dengan halte bus transjakarta sehingga sangat memudahkan penumpang untuk berpindah moda angkutan menuju ke tempat lain. Juga ada lima koridor yang bersinggungan langsung dengan stasiun. Kepala Humas PT KA Daops I Jabodetabek Akhmad Sujadi optimistis KRL itu akan menjadi idola warga. "Warga yang bosan dengan kemacetan akan pindah ke KRL yang nyaman dan cepat ini," kata Sujadi. Menhub Jusman juga berharap, KRL Ciliwung bisa mengurangi kemacetan kota Jakarta. Tepat pukul 09.30 WIB, KRL Ciliwung sudah tiba di Stasiun Manggarai. ''Wah satu jam perjalanan nih keliling Jakarta naik KRL,'' tutur salah satu wartawan. n zaky al hamzah

Kamis, 06 Desember 2007

Kepulauan Seribu Lepas Landas 2009



HU Republika dan Republika Online 12 Nopember 2007

JAKARTA-- Memasuki tahun keenam setelah ditetapkan sebagai wilayah administratif, Kepulauan Seribu ditargetkan bisa lepas landas pada 2009. Sejumlah pembangunan infrastruktur dari mulai bandara, dermaga, instalasi listrik, pembudidayaan ikan, serta peningkatan SDM dalam dua tiga tahun ini sedang digenjot. Dengan begitu, ketertinggalan Kepulauan Seribu dengan lima wilayah Jakarta bakal segera teratasi.

Demikian harapan Bupati Administratif Kepulauan, Seribu Djoko Ramadhan, usai peringatan HUT ke-6 Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Jumat (9/11) di Pulau Pramuka. Djoko mengungkapkan, sejak ditetapkan sebagai kabupaten dibawah otoritatif Pemprov DKI Jakarta melalui PP Nomor 55 Tahun 2001, pembangunan Kepulauan Seribu terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Tahun 2007 saja pembangunan infrastruktur proyek listrik bawah laut sedang dikebut pekerjaannya oleh PT PLN (persero). Untuk tahap awal, kawasan Pulau Untung Jawa akan menikmati aliran listrik dari Pemkot Jakarta Utara meski pembayaran listrik ini menggunakan sistem prabayar. Kemudian secara bertahap akan dikembangkan di pulau-pulau permukiman lain serta pulau wisata.

Tahun 2008 juga ditarget penyelesaian proyek Demaga Muara Angke. Sedang bandara di Pulau Panjang yang saat ini masih dikerjakan pembangunannya ditarget bisa beroperasi pada 2009. Keberadaan bandara ini untuk menarik jumlah wisatawan lokal dan asing karena selain lima pulau yang menjadi kawasan resor juga terdapat 45 pulau untuk riset.

Menurut Djoko, tidak mungkin mengandalkan transportasi laut. Sebab malam hari tidak bisa beroperasi. Sedang siang hari terkadang terkendala angin darat yang kerap mengguncang kapal atau perahu dan berbahaya untuk menyeberang. ''Karena itu, transportasi udara ini menjawab kebutuhan wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung ke sejumlah pulau di Kepulauan Seribu,'' ujarnya sembari menambahkan saat ini sedang mencari perusahaan operator bandara.

Disamping itu, pihaknya juga sedang menggenjot program perubahan orientasi nelayan tangkap menjadi nelayan budidaya melalui program sea farming. Dari gugusan 110 pulau di Kepulauan Seribu, terdapat 4.300 reef flat yang berpotensi menjadi budidaya ikan. Saat ini Pulau Semak Daun dengan luas hanya satu hektare atau setara 5.000 meter persegi menjadi proyek percontohan. Pulau Semak Daun dipilih karena memiliki perairan karang dalam (shallow sea) seluas 315 hektare yang berpotensi untuk pengembangan sea farming. zaky al hamzah

AirAsia Siapkan 50 Pesawat Airbus untuk Indonesia



Langkawi--Grup AirAsia menilai pasar Indonesia sangat potensial dalam mengembangkan bisnis penerbangan. Grup AirAsia akan menyiapkan 50 pesawat baru A-320 yang akan dioperasikan Indonesia AirAsia. Penambahan pesawat ini untuk menambah jumlah penumpang dari Indonesia ke sejumlah negara tujuan sekitar 10 juta sampai 12 juta orang.
Selasa (5/12) kemarin di acara Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA) 2007 di Langkawi, Malaysia, Chief Executive Officer (CEO) Grup AirAsia Dato Tony Fernandes dan Chief Operating Officer and Customers Airbus John Leahy menandatangani kontrak pembelian 25 pesawat A-320. Penandatanganan itu disaksikan Deputi Perdana Menteri YAB Dato Sri Haji Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak dan Menteri Perhubungan Malaysia YB Dato Sri Chan Kong Choy.
Dengan penambahan 25 pesawat A-320, maka jumlah total pesawat A-320 yang dipesan AirAsia mencapai 225 unit. Pesawat Airbus A-320 pertama dikirimkan kepada AirAsia pada Desember 2005 bertepatan dengan Pertunjukan Udara Langkawi 2005.
Airbus A-320 direncanakan untuk menggantikan peran Boeing 737-300 di seluruh maskapai AirAsia yang terdapat di Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Khusus untuk kedatangan pesawat A-320 yang dioperasikan Indonesia Air Asia, mulai dilakukan pada awal tahun 2008. Saat ini jumlah pesawat Boeing 737-300 sebanyak 12 unit, dengan rute penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur, Bandung-Kuala Lumpur dan Bali-Kuala Lumpur.
''Setiap pesawat A-320 yang tiba di Indonesia, maka saat itu pula kami akan menarik pesawat Boeing 737-300,'' ujar Tony Fernandes, usai acara penandatanganan. Tony mengungkapkan, perluasan jaringan di Indonesia sangat penting, melihat tingginya animo warga Indonesia melakukan perjalanan ke sejumlah negara di Asia.
''Potensi pasar baru di Indonesia cukup besar dan kami cukup optimistis bisa mengangkut 12 juta penumpang dalam tiga tahun ke depan,'' kata Tony. Dia menyebutkan, akan ada rute-rute internasional baru dari dan ke Indonesia, seperti Medan-Johor, Banda Aceh-Penang atau Kuala Lumpur. Bulan November kemarin, rute Jakarta-Bangkok sudah resmi dioperasikan.
Selama sepekan pasca pengoperasian, kunjungan penumpang dari dan ke Bangkok, Thailand sangat tinggi mencapai ribuan penumpang. Target akhir tahun 2007, kunjungan wisman asal Thailand ke Indonesia yang naik AirAsia mencapai 150.000 penumpang.
Secara keseluruhan, Badan Pariwisata Thailand (Tourims Authority of Thailand/TAT), pada 2006 lalu mencatat sebanyak 219.783 wisatawan Indonesia berkunjung ke Thailand. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 186.687 orang.
Tony mengungkapkan, penambahan Airbus A-320 akan membantu AirAsia untuk mendorong efisiensi, meningkatkan reliabilitas, mengurangi biaya dan menyediakan pelayanan dengan tingkat lebih tinggi untuk penumpang. Jumlah penumpang yang diangkut Indonesia AirAsia saat ini baru sebanyak 2,5 juta penumpang, atau melebihi target yang dipatok ada Juni 2006-Juli 2007 sekitar 2,2 juta penumpang.
Dengan kehadiran 50 unit pesawat A-320, otomatis manajemen Grup AirAsia akan memberikan pelatihan dan pendidikan kepada para pilot serta mekanik. Peningkatan skill para pilot dan mekanik pesawat dilakukan untuk mempermudah mengoperasikan pesawat A-320.
Saat ditanya wartawan terkait sumber pendanaan untuk pembelian pesawat A-320, Tony menjelaskan, pendanaan diperoleh dari keuntungan perusahaan yang setiap tahun mengalami peningkatan sangat signifikan. Terus meningkatnya jumlah penumpang angkutan udara domestik dan internasional selama beberapa tahun ini berimbas kepada meningkatnya pendapatan perusahaan. Tony juga terus memperhatikan aspek kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Untuk di Indonesia, rute penerbangan Jakarta-Medan yang dilayani maskapainya memberikan kontribusi tertinggi dibanding rute-rute domestik lainnya. Begitu juga dengan rute Jakarta-Kuala Lumpur jumlah sangat besar, yakni kepulangan dan kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia. Dibukanya rute Banda Aceh-Penang diharapkan akan menambah peningkatan jumlah penumpang. ''Selain itu, pendanaan kami peroleh dari bisnis modul yang sedang kami jalankan, dan ini kami gunakan untuk mendukung perkembangan perusahaan kami,'' ujar Tony.
Sementara itu, John Leahy mengutarakan AirAsia telah membuktikan dirinya sukses dalam mempionirkan konsep penerbangan berbiaya rendah di pasar Asia yang dinamis. Menurutnya, AirAsia merupakan konsumen terbesar untuk armada A-320. Pasalnya, pesawat A-320 memang sangat cocok digunakan untuk rute-rute pendek dan sedang. Grup pesawat Airbus A-320 didesain untuk mengoptimalkan pendapatan melalui penyesuaian kabin dan kenyamanan penumpang serta menampilkan teknologi ''fly-by-wire'' yang lengkap dan modern.
''Beberapa maskapai di negara Asia juga banyak memesan pesawat A-320. Di Indonesia. Perusahaan penerbangan Mandala saja sudah memesan 25 pesawat baru Airbus,'' jelas John Leahy. Dirut PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi Nababan, Rabu kemarin, sempat berkunjung ke LIMA 2007 dan bertemu Tony Fernandes sebelum acara penandatanganan Air Asia menambah armada pesawat A-320.
Dengan jumlah pesawat A-320 sebanyak 225 unit, AirAsia berkomitmen menjadikan maskapai terbesar yang mengoperasikan A-320. Apalagi saat ini, AirAsia mulai membuka rute-rute penerbangan jarak jauh (Air Asia X). Seperti Kuala Lumpur-Gold Coast (Australia), Kuala Lumpur-China. Termasuk juga rute-rute ke Eropa, seperti London dan sejumlah negara di Eropa.
Rute penerbangan jarak jauh itu akan menggunakan pesawat A-330. Namun, menurut Tony, pihaknya akan tetap mempertahankan konsep tarif murah (low cost carrier), namun tetap mempertahankan pelayanan prima kepada konsumen. ''Dengan pesawat itu A-330, rute-rute penerbangan jarak jauh bisa kami lakukan dengan tetap mempertahankan konsep tarif murah,'' papar Tony.
Selain menambah 50 pesawat baru, Grup AirAsia juga akan memperkuat manajemen Indonesia AirAsia. Dalam waktu dekat, manajemen akan menunjuk Dharmadi, mantan Direktur Operasi Garuda Indonesia, sebagai Direktur Utama PT Indonesia Air Asia (IAA), menggantikan Sendjaja Widjaja. IAA merupakan maskapai penerbangan yang 49 persen sahamnya dikuasai Grup AirAsia, sementara 51 persen saham lainnya dibagi antara Sendjaja Widjaja dan pengusaha Pin Harris. Namun Tony enggan menyebutkan kapan waktu pergantian pucuk pimpinan PT IAA.

(Zaky Al Hamzah di even Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA) 2007 di Langkawi, Malaysia pada 5 Desember 2007)