Kamis, 13 September 2007

Pencurian Air Rugikan TPJ Rp 200 Miliar

Republika, Kamis, 13 September 2007 Hal 11
Juga dimuat di Republika Online Pukul 12:59:00

Pencurian Air Rugikan TPJ Rp 200 Miliar

JAKARTA -- Tingkat pencurian air yang masih tinggi menyebabkan PT Thames Jaya (TPJ) merugi hingga Rp 200 miliar pada tahun 2007 ini. Karena masalah itu pula, Direktur Utama PT TPJ Mark White, meminta dukungan Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya menindak tegas pelaku pencurian air.

Dia menyebutkan, secara keseluruhan, tingkat kebocoran air di wilayah Utara dan Timur Jakarta sebesar 51 persen. Sebanyak 40 persen diantarnya disebabkan pencurian air. Sisanya oleh kerusakan pipa atau pergantian pipa akibat usia pipa sudah tua.

''Belanja modal pada tahun 2007 ini mencapai Rp 163 miliar. Sebanyak Rp 80 miliar digunakan khusus untuk rehabilitasi pipa jaringan. Dengan perbaikan-perbaikan pipa jaringan ini, kita yakin pelayanan pelanggan TPJ akan lebih optimal,'' ujar Mark, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (12/9). Target rehabilitasi pipa jaringan sampai akhir 2007 pada jaringan sepanjang 60 kilometer.

Kemarin, Gubernur DKI Sutiyoso meninjau sumur valve milik PT TPJ di kawasan Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara. Sidak tersebut didampingi Mark serta Direktur Utama PT PAM Jaya, Haryadi Priyohutomo; Presiden Direktur PT Recapital Advisors, Rosan P Roeslani; dan Direktur Utama Acuatico Pte Ltd, Fatah Topobroto.

Di sumur tersebut, warga setempat melakukan perusakan pada tutup sumur dan menyedot air dengan memakai tiga pipa. Poppy Indrawati, regional Manager PT TPJ untuk Pelayanan Pelanggan Wilayah Utara, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemutusan ketiga pipa tersebut, hingga lima kali. Namun, tetap saja setiap warga memasang kembali, meski sudah berkali-kali diputus. "Tapi kalau dipasang lagi meski sudah diputus kan menunjukkan tidak ada penyelesaian. Makanya kita akan cari siapa yang memasang pipa-pipa ini dan akan kami laporkan ke pihak berwenang,'' tuturnya, saat mendampingi Sutiyoso.

Sutriman, salah satu warga mengaku tidak tahu menahu tentang siapa yang memasang pipa tersebut. Sebaliknya, Sutriman mengungkapkan pemasangan itu terjadi karena PT PAM Jaya belum memasang pipa jaringan air bersih di tiga kawasan di Kelurahan Tanah Merah, yakni Tugu Selatan, Rawa Sengin dan Rawa Badak. ''Kalau ada jaringan pipa resmi, saya sebagai warga Tugu Selatan yakin kejadian seperti ini tidak bakal terjadi,'' ujarnya. Dalam kesempatan itu, Sutriman dan beberapa warga meminta tegas gubernur segera membangun jaringan pipa air bersih di kawasan tersebut.

Presiden Direktur PT Recapital Advisors, Rosan P Roeslani, mengungkapkan hingga kini pipa jarinan yang sudah direhabilitasi mencapai 30 kilometer. Panjang pipa jaringan yang direhabilitasi ini lebih baik dibanding pembangunan jaringan pipa selama 1998-2006 yang mencapai Rp 250 kilometer atau rata-rata 27 kilometer per tahun.

Menurut Mark, bila pihaknya bisa menekan kasus pencurian yang otomatis menekan biaya kerugian, maka pelayanan TPJ yang menguasai 67 persen pasar distribusi air di timur Jakarta, bisa lebih optimal. Produksi TPJ saat ini mencapai 9 ribu liter air per detik di tiga wilayah, yakni Pulogadung, Buara 1 dan Buaran 2.

''Bila angka kerugian Rp 150 miliar sampai Rp 200 miliar bisa ditekan, maka target kami akan tercapai,'' urainya. Mengenai upaya menekan kehilangan air, Rosan menargetkan tahun depan bisa mencapai 49 persen. Disamping penindakan, TPJ akan mengganti alat meter secara gratis kepada pelanggan, secara rutin. Pergantian alat meter ini karena sudah banyak yang sudah tidak optimal, dan mendorong kehilangan air.

Fakta Angka
60 KM
Target penyelesaian rehabilitasi pipa jaringan hingga tahun 2007
(zak )