Rabu, 18 November 2009

Berpacu Menghemat Energi



Tema yang diusung Tokyo Motor Show (TMS) ke-41 kali ini merupakan pengembangan dari pameran motor show di sejumlah negara. Termasuk pengembangan dari TMS ke-40 tahun 2007 silam. Tagline di TMS tahun ini adalah membikin kendaraan ramah lingkungan dan hemat energi.


Di Frankfurt Motor Show 2009, misalnya. Sejumlah pabrikan mobil kelas dunia memperkenal kendaraan ramah lingkungan. Seperti Audi memperkenalkan e-tron, mobil listrik dengan performa mobil sport. Mobil itu menggunakan penggerak empat roda, setiap roda dilengkapi dengan motor listrik.

Keempat motor listrik itu menghasilkan tenaga maksimum 313 Pk dan torsi maksimum 4.500 Nm, dan sanggup berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu 4,1 detik. Kecepatan maksimum dibatasi secara elektronik pada 200 kilometer per jam.
Baterai lithium-ion sanggup menyediakan tenaga listrik untuk perjalanan sejauh 248 kilometer, untuk sekali pengisian. Pengisian baterai dengan listrik rumah memerlukan waktu 6-7 jam, sedangkan dengan charger khusus hanya 2,5 jam.

Sedangkan di TMS, Toyota kembali unjuk gigi dengan meluncurkan tiga produk anyarnya. mobil konsep FT-86, Prius Plug-In Hybrid, dan FT –EV II. Serta memperkenalkan prototipe Lexus LFA.




Yasuo Kajino, manajer Toyota Motor Corporation (TMC) mengatakan, Konsep FT-86, sebuah mobil sport yang dilengkapi dengan 2.000 cc, horizontal menentang, empat silinder, bensin disedot secara alami-mesin yang membangkitkan kegembiraan mengendarai mobil dan kesenangan kepemilikan kendaraan.

Seperti namanya "86 Toyota Konsep Masa Depan" menyiratkan, FT-86 Konsep. ‘’Ini adalah kompak, rear-wheel drive mobil konsep sport yang mengaktifkan kegembiraan kecepatan dan mengemudi mobil yang memberi daya tarik mereka serta kinerja lingkungan,’’ ujar Kajino.

Kemudian, produk Prius Plug-In Hybrid, yang kali pertama dipamerkan di depan publik Jepang di TMS tersebut. Menurut Toyoda, inilah Prius pertama yang menggunakan baterai lithium-ion. Mobil dibuat berdasarkan Prius generasi ke-3. Bisa diisi dari tenaga listrik di luar kendaraan, misalnya soket listrik di rumah.

Mobil bisa dijalankan dengan atau tanpa baterai terus. Dengan menggunakan energi listrik yang lebih banyak, efisiensi Prius ini lebih baik dibandingkan dengan hibrida bensin-listrik konvensional.

Sementara, produk konsep FT –EV II, dirancang sebagai mobil listrik jarak dekat atau mobil kota. Bodi lebih kompak dari "ultrakompak "iQ" namun masih bisa muat 4 penumpang. Menggunakan teknologi "drive by wire" (dbw) yang memungkinkan pengoperasian seluruh sitem kontrol melalui joystick untuk pedal gas, rem dan setir.
Ruang kaki jadi lega, karena tak adal lagi pedal-pedal. Mampu melaju di atas 100 km/jam dan bisa digunakan sejauh 90 km untuk sekali isi baterai. Dimensi (mm): Panjang 2.730, lebar 1.680, tinggi 1.490, jarak sumbu roda 1.900 dan bisa memuat 4 penumpang.

Sejauh ini, Toyota telah memimpin dunia dalam hibrida dengan Prius, kini dalam generasi ketiga sejak tahun 1997 debut. Prius adalah penjual kendaraan hibrida bensin-listrik tertinggi, dengan penjualan 1,4 juta kendaraan dalam penjualan pasar global sejauh ini.



Pembuat mobil telah lama mengatakan percaya hibrida yang lebih praktis solusi mobil hijau karena biaya dan kurangnya stasiun pengisian ulang listrik mobil. Tapi selalu memiliki teknologi mobil listrik. Hibrida adalah bagian kendaraan listrik.
Toyota juga pamer keluaran mobil sport baru Lexus dalam mengembangkan mobil.

Di hadapan ribuan wartawan dari mancanegara, Toyota Motor Corp memperkenalkan prototipe Lexus LFA. Wartawan Republika, Zaky Al Hamzah, yang diundang PT Toyota Astra Motor (TAM) di ajang Tokyo Motor Show (TMS) ke -41 tahun 2009, menyaksikan dari dekat peluncuran Lexus LFA yang dilakukan Presiden Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, yang kala itu meraungkan suara mesin dengan menekan pedal gas.

LFA tergolong sedan sport mewah pertama Lexus yang akan diproduksi pada akhir 2010 dengan jumlah terbatas, hanya 500 unit. Menurut Johnny Darmawan Danusasmita, Presdir PT Toyota Astra Motor, Indonesia mendapat jatah dua unit mobil, dan kabarnya sudah ada peminat serius. ‘’Kami juga berencana membawa LS 600HI untuk konsumen Indonesia, karena banyak peminatnya,’’ katanya, ditemui di sela-sela TMS 2009.

Penampilan kendaraan eksotis di area pamer Lexus bersamaan dengan sedan hybrid LF-Ch mempertegas Lexus sebagai penghasil mobil bercita rasa tinggi. Buktinya, selain Lexus LFA, diperkenalkan juga Lexus LS 600Hl dan RX 450h yang dipajang di TMS.
Melalui produk-produk yang diperkenalkan dalam pameran ini, Akio Toyoda menyebutkan bahwa Lexus begitu peduli terhadap konsumennya dengan memberi kenyamanan saat berkendara dan berada di depan karena kemampuan teknologinya.

Sebelum dilaunching secara meriah di TMS, Lexus LFA sendiri sudah ditampilkan dalam bentuk konsep pada Detroit Motor Show 2005. Pengembangannya sejalan dengan tim F1 Toyota sehingga mobil ini berani diklaim ultra-responsive dan memiliki kestabilan yang sangat tinggi.

Dibekali mesin V10 4,8 L dengan gerak roda belakang, Lexus LFA merupakan kombinasi hasil yang tinggi, dipadu rancangan yang indah, dan aerodinamika yang sempurna. Dengan demikian, ia mempunyai karakteristik putaran mesin yang tinggi. Bahkan, kecepatan maksimum bisa dicapai pada 325 km/jam.

Untuk menghentikan kecepatan setinggi itu, sistem penghenti laju dilengkapi bahan carbon ceramic. Akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dalam 3,7 detik.
Kehadirannya bakal menjadi ancaman bagi para pesaingnya. Dari segi dimensi, panjang LFA 4.505 mm atau lebih pendek 5 inci dari Porsche 911. Namun, mobil ini memiliki sumbu roda 2.605 mm atau lebih panjang 9 inci dan mendekati ukuran Ferrari 430. Lebarnya pun tidak jauh beda dibanding Aston Martin DB9 dan Mercedes SL55.

Banyak kelebihan yang dimiliki Lexus LFA. Untuk dapur pacu, mobil ini menggunakan bahan gabungan aluminium alloy, magnesium, dengan titanium. Ukuran mesin lebih kecil dari ukuran konvensional V8.

Keunikan lain dari LFA, kabinnya 100 kg lebih ringan bila dikomparasi dengan bahan aluminium. Keringanan kabin sedan eksotik ini diperoleh berkat penggunaan bahan carbon fiber yang diperkuat dengan plastik (CFRP). Soal harga, Lexus LFA dibandrol sekitar 37 juta yen. Maklum, karena mengusung teknologi tinggi.

Toyota juga meluncurkan sedan kompak mewah hibrida terbaru untuk pasar Jepang dengan nama “Sai”. Sai berasal dari kata Jepang yang punya dua arti berbeda bila ditulis dalam huruf kanji yang berbeda.

Pertama, artinya talent atau bakat. Adapun yang kedua, artinya pewarnaan. Lantas, dua hal itu disatukan Toyota menjadi bakat hebat dan kecanggihan multi-warna.
Mobil ini menggunakan mesin bensin 2,4 liter yang digabungkan dengan motor listrik. Dijelaskan pula, mobil ini menggunakan plastik ekologi yang dibuat dari tanaman, dan bahan tersebut yang memenuhi 60 persen permukaan interior.

Konsumsi bahan bakarnya 19,8 km per liter. Tentu saja kemampuan itu kalah jika dibandingkan dengan Prius. Andalan dari mobil ini adalah adanya berbagai perlengkapan keamanan yang canggih. Harga paling rendah 3,38 juta yen (Rp 351 juta) dan paling mahal 4,26 juta yen (Rp 445 juta). Peminat mobil ini harus bersabar, karena mobil ini mulai dijual pada 7 Desember nanti.

Sedangkan pabrikan Honda meluncurkan Honda Skydeck dalam debutnya di TMS. Mobil ini menggunakan teknology hybrid powertrain, dan memiliki enam tempat duduk, dengan pintu sliding dan scissor-wing.



Sebelumnya, Honda berkonsentrasi pada teknologi fuel-cell hidrogen, tetapi saat ini giat mengembangkan teknologi mobil listrik karena lambannya pengembangan prasarana pengisian hidrogen.

Direktur Marketing PT TAM Indonesia Joko Trisanyoto, menyatakan, keluarnya produk-produk ramah lingkungan tersebut bukti komitmen Toyota terhadap penyelamatan lingkungan. PT Toyota Astra Motor (TAM), lanjutnya, akan terus secara intensif melakukan kegiatan sosial di tanah air sesuai dengan Toyota Earth Charter, yaitu pendekatan komprehensif terhadap isu-isu lingkungan secara global yang diadopsi oleh afiliasi Toyota di seluruh dunia.

Menurutnya, secara internal, Toyota melakukan kampanye yang disebut sebagai Kampanye Lingkungan. Kampanye Lingkungan ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran secara paralel dari semua pemangku kepentingan Toyota sebagai wujud dari kepedulian lingkungan hidup.

‘’TAM juga memiliki program Green Employee, yakni kampanye membangun pola pikir hemat energi dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan diharapkan dimulai dari diri masing-masing individu di Toyota,’’ jelas Joko.

Sementara, Mitsubhisi masih mengandalkan i-MiEV (intellegent-Mitusbishi Electric Vehicle) di TMS 2009. Selain model city car yang sudah dikenalkan sebelumnya, Mitsubhisi memperkenalkan bentuk CARGO dan andalan barunya, yakni PX-i-MiEV.
PX merupakan sport utility vehicle (SUV) berpenggerak hybrid plug-in yang dilengkapi teknologi terbaru Super All Wheel Control (S-AWC) yang mampu menggerakan seluruh roda saat bersamaan. Tenaga sebesar 82dk dihasilkan dari dua motor listrik berkapasitas 60kW dengan torsi 200Nm. Sementara mesin bensin berkapasitas 1.600cc menghasilkan tenaga 116dk dan torsi 125Nm.

Untuk sistem pengisian baterai, di antaranya melalui sistem pengereman (seperti hybrid umumnya) atau bisa langsung dicolokkan ke stop kontak di rumah. Dimensinya, panjang 4,5 meter (m), lebar 1,8m, dan tinggi 1,66m dengan sumbu roda 2,6m. Dari penampilan eksterior, tampangnya mirip dengan Outlander. Masuk ke dalam, interior mobil menawarkan sesuatu yang super nyaman bernuansa simpel khas anak muda Jepang. Bangku mobil tertutup dengan sarung jok anti-alergi dan sedikit sentuhan lampu LED pada panel instrumen di tengah dan pintu.

Selanjutnya, Mitsubishi juga akan menyandingkan produknya di atas dengan i-MiEV CARGO yang mengacu dari produk i-MiEV yang sudah diluncurkan ke pasar Jepang Akhir Juli lalu. Ruangannya bisa di adaptasi sesuai kebutuhan. Berbentuk kubus di bagian belakang memuat setiap sisi mobil ini bisa dimanfaatkan untuk dimaksimalkan untuk kargo.

CARGO mengaplikasikan mesin listrik murni yang mampu menghantarkan tenaga sebesar 64dk dan torsi maksimum 180Nm. Pada saat baterai terisi penuh mobil mampu melaju hingga jarak 160 kilometer. Total, produsen mobil berlambang tiga bentuk belah ketupat merah ini menampilkan total 16 model pada TMS 2009. # the japan times/reuters/worldcarfans # zaky al hamzah

Inovasi Hijau Ditengah Resesi Dunia




Meski sejumlah pabrikan mobil dunia menyatakan absen di ajang Tokyo Motor Show 2009 kali ke-41, namun produsen asal Jepang maupun penyelenggara ajang bergengsi tersebut tidak kekurangan ide dalam meluncurkan hal baru.

Sejumlah pabrikan asal negeri samurai tersebut memamerkan sejumlah produk barunya, tentunya, yang ramah lingkungan, hemat energi. Ya, seakan satu suara, sejumlah produsen mobil utama asal negeri Matahari Terbit tersebut mengambil ikon membuat produk mesin-mesin ramah lingkungan, berbahan bakar dari listrik, hybrid plug-in maupun sel bahan bakar kendaraan.

Hal ini sesuai dengan tema yang diusung penyelenggara TMS kali ke-41, yakni “Fun Driving for Us, Eco Driving for Earth”, yang intinya ingin menyampaikan ide besar menyeimbangkan antara kesenangan berkendara dengan lingkungan.

Sejalan dengan keinginan memberikan informasi seluas mungkin mengenai perkembangan produk dan kemajuan teknologi otomotif, TMS 2009 menyelenggarakan berbagai program khusus untuk menciptakan sebanyak mungkin antusias masyarakat atas produk mobil dan motor baru.

TMS ke-41 dibuka untuk publik selama 13 hari mulai 23 Oktober hingga 4 November. Kegiatan yang berlangsung di Makuhari Messe di Kota Chiba ini hanya diikuti 108 peserta. Tidak seperti gelaran dua tahun lalu, Tokyo Motor Show 2009 ini sepi pengunjung.

Pimpinan Asosiasi Manufaktur Kendaraan Jepang (JAMA), Satoshi Aoki, mengakui sebanyak 100 peserta yang tercatat pada pameran dua tahun lalu absen di tahun ini. ‘’Walau kecil pesertanya, pameran tahun ini lebih baik daripada tidak ada,’’ katanya, tetap optimis.

Jumlah peserta memang merosot dibanding dua tahun lalu yang mencapai 241 peserta. Sementara bila dua tahun lalu TMS melibatkan produsen kendaraan dari 26 negara, maka tahun ini jumlahnya hanya tiga negara di luar Jepang. Dari sekian produsen yang mundur, sejumlah raksasa otomotif dunia termasuk tiga produsen otomotif besar dari AS, Ford, Chrysler dan GM absent ikut pameran, karena alasan krisis ekonomi.
Pada TMS 2009, sebanyak 108 perusahaan otomotif dunia termasuk Jepang memamerkan sejumlah produk teranyar mereka di ruangan West Hall, East Hall dan Center Hall, meski hanya menggunakan area pameran seluas 21.259 meter persegi dari total luas kompleks Makuhari Messe yang mencapai 54.000 meter persegi.

TMS yang berlangsung di tahun ini memang terberat bagi Jepang. Krisis ekonomi yang melanda negeri Matahari Terbit ini telah menciptakan bencana bagi industri otomotifnya.

Namun, resesi akibat krisis keuangan dunia yang berawal dari Amerika Serikat (AS) dan merembet ke semua negara di dunia, termasuk Jepang, tak menyurutkan mereka terus berinovasi. Sejumlah produsen mobil boleh absent dalam ajang TMS 2009, namun Toyota, Honda, Nissan, Mazda, Daihatsu Mitsubhisi, Subaru, dan Suzuki masih bertahan dengan menampilkan karya terbarunya.

Semangat terus berkarya ditengah keterbatasan itu mengingatkan semangat negeri Jepang puluhan tahun silam saat negeri tersebut diluluhlantakan bom aton di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia Kedua. Dan semangat Samurai yakni pantang menyerah dan menghasilkan karya terbaik menjadikan mereka cepat bangkit, dan merebut kembali kejayaan negaranya.

Hanya beberapa dekade, Jepang memimpin dunia dengan kemajuan industri dan teknologinya. Dalam tiga dekade terakhir ini, pasar dunia elektronik dan otomotif dikuasai Jepang, dan negara sekaliber Amerika Serikat sekalipun tak mampu menahan penetrasi produk Jepang ke negaranya.

"The Tokyo Motor Show tidak sehidup seperti dulu," kata Akio Toyoda, presiden Toyota Motor Corporation (TMC), dalam sambutan saat memperkenalkan tiga produk konsepnya dan satu kendaraan sport barunya, Rabu (21/10).

Akio boleh mengaku sedih, tapi saat di depan wartawan, dia terlihat gembira saat memperkenal ‘produk’ barunya yang dijamin ramah lingkungan. Yakni, mobil konsep FT-86, Prius Plug-In Hybrid, dan FT –EV II, dirancang sebagai mobil listrik jarak dekat atau mobil kota.



Yang menarik, di kalangan peserta mencuat rumor, ketidakhadiran sejumlah produsen mobil dunia di TMS 2009 bukan faktor krisis keuangan. Namun, ketidakhadiran mereka akibat kalah bersaing dalam teknologi mobil dalam memproduksi kendaraan berbahan bakar efisien dan ramah lingkungan.

Ingat ketika GM berusaha bangkit setelah terseok-seok akibat dihantam krisis dan dibeli saham oleh Pemerintah AS. Bahkan, salah seorang pengunjung asal Jepang dengan nada provokatif mengatakan, jika inovasi Jepang berlangsung setiap hari, sedang inovasi industri otomotif di AS baru berjalan setiap 5-10 tahun kemudian.

Namun Toyoda punya pendapat tersendiri. Walau diakui sepinya pengunjung serta peserta TMS, namun dia melihat mulai berkurangnya konsumen pada produk kendaraan mobil karena produsen mulai menjauh dari keinginan konsumen.

"Saya merasa itu mungkin bukan [muda] pelanggan yang telah beralih dari mobil, tapi kami, produsen," katanya. Dia menyarankan bahwa para produsen mobil harus kembali ke semangat dasar menyediakan mobil kepada pelanggan yang akan membantu mengembangkan masyarakat bermotor.

Menurut Toyoda, TMC berupaya membikin produk ramah lingkungan dengan fokus pada teknologi hibrida tanpa mengabaikan daya tarik mobil sendiri atau kegembiraan mengemudi.

''Selama beberapa tahun terakhir, kebutuhan telah meningkat untuk kendaraan bermotor yang mempertimbangkan pemanasan global dan isu-isu lingkungan lainnya, sementara ada juga kekhawatiran bahwa ada terlalu sedikit baru mobil sport yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan bahwa waktu yang tepat bagi generasi baru mobil sport,'' katanya.

Toyoda bahkan mengaku sedih ketika mobil-mobil sport yang diproduksi Toyota terus minim. Padahal, cucu Kichiro Toyoda, sang pendiri Toyota ini, adalah penggila mobil balap. Dia pun berjanji akan membuat lebih banyak lagi mobil sport.

Di masa sebelumnya banyak mengeluarkan mobil-mobil sport seperti Levi, Trueno, Supra, Altezza dan MR-S. "Kenyataan bahwa mobil-mobil sport itu kini sudah tidak diproduksi lagi membuat saya, yang merupakan penggila mobil sejati, seperti saya sangat sedih,’’ jelasnya.

Akio Toyoda muncul di arena TMS 2009 menggunakan semacam sepeda motor listrik. Saat berpidato ia tampil ekspresif tanpa teks, berdiri di tengah-tengah tiga mobil konsep kebanggaan TMC tersebut.

Menurutnya, misi perusahaan mobil adalah untuk menyediakan mobil yang nyaman untuk dikendarai konsumen. Karena itulah Toyota menghadirkan mobil konsep FT-86, mobil sport berpenggerak roda belakang. "FT-86 menyediakan keasyikan intrinsik yang disediakan oleh sebuah mobil, seperti pedal gas dan kemudi yang menyesuaikan dengan pengendaranya," ujarnya. Karena itu, Toyoda benar jika event TMS tidak seramai dua tahun lalu. Dia pun tidak bercanda.

Pada TMS ke-41 tahun ini, Toyota menampilkan tema “Harmonious Drive” A New Tomorrow for People and the Planet”. Tema tersebut mengekpresikan komitmen Toyota untuk membuat mobil sebagai alat transportasi pribadi namun tetap harmonis dengan kehidupan masyarakat banyak. n zaky al hamzah

Masato Kawai: Mobil Hibrida Kian Diminati

Mobil ramah lingkungan yang minim konsumsi bahan bakar minyak menjadi pilihan di masa datang. Apalagi, cadangan minyak yang berasal dari fosil dari tahun ke tahun terus menurun, sementara konsumsi justru meningkat.Bagaimana produsen otomotif mencermati kondisi ini? Berikut wawancara wartawan Republika, Zaky Al Hamzah, dengan Project Manager Research and Development (R&D) Management Division Toyota Motor Corporation (TMC), Masato Kawai, di Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu.



T: Sekarang era produk kendaraan ramah lingkungan dan terus diburu konsumen, tidak hanya di Jepang, namun juga di sejumlah negara. Bagaimana Toyota mempersiapkan produk ini jauh sebelum isu pemanasan global marak di belahan dunia?

J: Toyota merupakan salah satu produsen otomotif yang sejak 1997 mengembangkan mobil hybrid. Itu ditandai dengan peluncuran Prius generasi pertama. Saat itu, sedan dengan efisiensi 28 km per satu liter itu terjual 120 ribu unit di 20 negara. Selanjutnya, Prius generasi kedua dan ketiga dikembangkan pada 2003 dan 2009. Pada generasi terbaru, Prius terjual hingga dua juta unit di lebih dari 50 negara. Dan ini yang penting, sejak tahun 1997 silam, tepatnya sejak Prius pertama kali diperkenalkan, tidak pernah ada masalah dengan baterai. Untuk harga Prius memang masih diatas harga normal mobil pada umumnya, yakni sekitar 3.500.000 Yen (setara Rp 350 juta). Saya belum tahu bagaimana penjualan Prius di negara Anda dan dijual dengan harga berapa.

T: Artinya, apakah produk berikut diarahkan ke hybrid?

J: Iya. Toyota Motor Corporation (TMC) menargetkan semua mobil produksinya merupakan jenis hybrid. Target tersebut merupakan konsekuensi kami sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia untuk menekan polusi gas buang kendaraan motor. Seperti diketahui, pasokan bahan bakar dari fosil terus berkurang, sementara kebutuhannya terus bertambah. Tidak mungkin kita hanya mengandalkannya, sehingga dicarilah bahan bakar alternatif. Yang tentunya masih ramah lingkungan.

Dalam TMS kemarin, selain dua produk diatas, Toyota juga meluncurkan kendaraan hybrid baru yang diberi nama Sai, FT-86, Prius Plug-In Hybrid dan Lexus LFA. FT-86 atau disebut "hachi roku", merupakan mobil ultra kompak yang mudah dikontrol oleh pengemudinya.

Dengan munculnya Sai, sehingga total produk hybrid dari pabrikan Jepang itu mencapai 14 jenis. Tadinya, per bulan September 2009, produk mobil buatan Toyota berteknologi hybrid mencapai 13 unit. Produk Sai dengan mesin bensin 2,4 liter untuk membantu menggerakkan motor listriknya tersebut. Sai mampu melaju sampai sekitar 19,7 km dengan menghabiskan sekitar 1 liter BBM.

//Sejak diluncurkan pada tahun 1997 lalu, penjualan mobil-mobil hybrid Toyota sudah mencapai 2 juta unit di seluruh dunia. Per 31 Agustus 2009 lalu penjualannya yakni 2,01 juta unit. Di negeri paman sam, mobil hybrid ini pernah berurusan dengan kasus plagiat. Belum lama ini, Presiden AS Barrack Obama, menyetujui pemberian subsidi bagi produk hybrid yang diproduksi produsen mobil di negara tersebut.

Jika ditanyakan Mobil hybrid Toyota mana yang paling laris? Maka, jawabannya adalah Prius. Prius sejak kemunculannya di 1997 sudah mencapai 1,4 juta unit di seluruh dunia. Kemudian disusul Camry hybrid sebanyak 167.400 unit, Lexus RX hybrid 146.400 unit, Highlander hybrid 107.600 unit, Estima hybrid 64.300 unit, Alphard 24.400 unit, GS450h 19.200 unit, Harrier hybrid 18.800, Lexus LS600h/hl sebanyak 17.500 unit, Crown hybrid sebanyak 11.400 unit, Crown mild hybrid 6.500 unit, dan HS250h 1.400 unit.

Toyota menempatkan isu lingkungan sebagai salah satu prioritasnya, karena itulah mobil-mobil hybrid selalu mendapat tempat. "Toyota bakal terus memasarkan mobil hybrid, kami pun sudah menargetkan penjualan sekitar 1 juta mobil hybrid setiap tahunnya paling cepat mulai pada 2010 nanti," bunyi pernyataan TMC.

Sejarah mobil-mobil hybrid Toyota :

Tahun 1997: Toyota Hybrid system diluncurkan. Kemudian Coaster dan Prius diluncurkan.

Tahun 2000: Penjualan Prius mencapai 50.000.

Tahun 2001. Estima dan Crown mild hybrid diluncurkan.

Tahun 2002: Penjualan mobil hybrid mencapai 100.000

Tahun 2003: Alphard, Dyna, Toyoace hybrid dan Prius generasi kedua diluncurkan

Tahun 2005: Harrier dan Highlander hybrid diluncurkan. Penjualan total hybrid mencapai 500.000.

Tahun 2006: GS450h, Camry hybrid diluncurkan untuk pasar luar Jepang. Penjualan Prius mencapai 500.000 unit.

Tahun 2007. Penjualan total hybrid sudah mencapai 1 juta.

Tahun 2008: Crown hybrid diluncurkan, Prius sudah mencapai 1 juta.

Tahun 2009: Selubung RX450 dibuka untuk publik, dan Prius generasi ketiga diluncurkan. Penjualan total mobil hybrid Toyota mencapai 2 juta.//

T: Bisa dijelaskan keunggulan mobil hibrida plug-in?

J: Keunggulannya yakni tidak memerlukan infrastruktur tambahan. Dengan demikian, begitu keluar dari pabrik, mobil itu langsung dapat digunakan.

T: Maksudnya?

J: Mobil listrik, sampai saat ini, jarak jelajahnya sangat terbatas dan waktu pengisian kembali tenaga listriknya sangat lama, ya sekitar 6-7 jam. Sehingga dianggap kurang praktis untuk menggantikan mobil yang menggunakan mesin pembakaran dalam (berbahan bakar minyak/BBM), yang jarak jelajahnya bisa dikatakan tidak terbatas. Selain itu, performa mobil listrik juga belum dapat menandingi mobil bermesin pembakaran dalam.

Seperti diketahui bersama, Sel Bahan Bakar (fuel cell) adalah sebuah alat elektrokimia yang mirip dengan baterai, tetapi berbeda karena dia dirancang untuk dapat diisi terus reaktannya yang terkonsumsi; yaiut dia memproduksi listrik dari penyediaan bahan bakar hidrogen dan oksigen dari luar.

Memang dari segi kepraktisan yakni jarak jelajah bagi mobil fuel cell ternyata masih kalah daripada mobil bermesin pembakaran dalam. Karena untuk mengoperasikan mobil fuel cell diperlukan hidrogen, dan itu tentunya perlu dibangun stasiun pengisian hidrogen di tempat yang strategis. Karena perlu membangun stasiun pengisian hidrogen, maka butuh investasi yang tidak sedikit.

Yang paling praktis, paling tidak untuk saat ini, adalah mobil hibrida plug-in. Pada mobil hibrida plug-in, yang berfungsi sebagai penggerak adalah motor listrik yang memperoleh tenaga listrik dari baterai, sedangkan mesin pembakaran dalam yang menggunakan bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi tenaga listrik di baterai jika persediaan menipis.

Pada saat mobil diparkir dirumah atau di kantor untuk waktu yang lama, pengisian baterai bisa dilakukan dengan mencolokkan steker ke stop kontak. Jika pengisian baterai belum mencukupi dan mobil sudah harus digunakan, fungsi pengisian tenaga listrik akan diambil alih oleh mesin pembakaran dalam.

T: Bagaimana dengan jarak tempuh, apalagi infrastruktur stasiun pengisian baterei belum banyak?

J: Tidak perlu risau..kendaraan mobil hibrida plug-in ini sama seperti mobil konvensional, jarak jelajah mobil hibrida plug-in tidak terbatas. Mengingat mobil hibrida plug-in memiliki sumber listriknya sendiri, yang pengisian bahan bakarnya dapat dilakukan di SPBU yang sudah ada. Demikian juga stop kontak di rumah atau di kantor.

Namun dikarenakan mesin pembakaran dalam pada hibrida plug-in hanya digunakan sebagai generator, maka kapasitasnya tidak besar sehingga hemat dalam mengonsumsi bahan bakar dan emisinya ramah lingkungan. Sedangkan kalau ditanya permasalahan, maka persoalan sementara cuma satu, yakni mobil hibrida plug-in masih perlu bahan bakar lain jika cadangan minyak mentah di perut bumi sudah habis. Mungkin bio-fuel bisa merupakan alternatif bahan bakar.

T: Baterai dalam suatu perangkat elektronik seperti laptop kadangkala mengalami masalah seperti meledak atau lainnya. Bagaimana dengan baterai-baterai di mobil hybrid?

J: Untuk urusan yang satu ini, kami di divisi riset dan pengembangan Toyota menjamin kualitas baterai mobil produk ini. Buktinya, sejak Prius pertama kali diperkenalkan tahun 1997, tidak pernah ada masalah dengan baterai. Kami memiliki strategi supaya baterai mobil hibrida plug-in ini awet. Toyota sengaja tidak membuat kapasitas baterai dalam 100 persen. Karena jika semakin maksimal, maka umur baterai akan semakin pendek.

Tapi tenang saja, teknologi baterai pun didesain sedemikian rupa sehingga baterai menjadi lebih tahan lama. Toyota yang membuat baterai di line up mobil hybridnya bersama dengan Panasonic kini tengah mengembangkan baterai mobil ion lithium. Baterai jenis lithium menggantikan jenis nickel yang selama ini dipasang pada Prius konvensional. Di dunia ini produsen otomotif yang memakai ion lithium masih langka.

Produk Hybrid Plug-in ini dimunculkan memang untuk melakukan perang melawan emisi gas rumah kaca. Penelitian telah menunjukkan bahwa hibrida listrik memancarkan setidaknya 67 persen gas rumah kaca lebih sedikit dibandingkan dengan mobil bensin. Karena digunakan untuk daya listrik plug-in hibrida yang terbarukan, perbedaan emisi gas rumah kaca mungkin bahkan lebih besar daripada studi ditentukan. n zak

//Fakta-fakta tentang Prius terbaru ini:

1. Prius generasi ketiga sudah menuntaskan rangkain tes efisiensi bahan bakar Pemerintah USA. Konsumsi rata-rata bahan bakar saat dikendarai di perkotaan adalah 51 mpg (21,68 km/liter), 48 mpg (20,41km/liter) di tol dan kombinasi 50 mpg (21,26km/liter). Angka ini lebih baik dari rivalnya yang memiliki kapasitas mesin lebih kecil.

2. Emisi gas buangnya lebih bersih. Pemerintah negara bagian California, yang memiliki regulasi tentang emisi paling ketat disana, menempatkan Prius terbaru di kelompok ‘Super Ultra Low Emissions Vehicle’.

3. Generasi ketiga lebih besar dari pendahulunya dengan mesin lebih besar. Ini tidak bisa ditandingi rivalnya. Penyempurnaan pada garis atapnya membuat ruang kepala penumpang lebih lega.

4. Dilengkapi dengan beragam sistem perlindungan saat kecelakaan yang lebih baik dari pendahulunya.

5. Menggunakan mesin lebih besar, kini 1,8 liter yang memproduksi 98 hp dan total tenaga sistem hybrid lebih besar karena motor listrik yang lebih kuat.

6. Tidak ada lagi belt yang menggerakkan kompresor AC dan water pump. Semuanya sudah digerakkan listrik, sehingga kerja mesin menjadi lebih efisien. Agar kerja AC lebih ringan, Toyota melakukan inovasi menarik yang pertama di dunia. Atap Prius dilengkapi sel surya untuk memberi tenaga pada sistem sirkulasi udara interior. Jadi jika diparkir di tempat panas, suhu udara interior yang terperangkap tidak akan meningkat seperti mobil konvensional, karena udara itu disirkulasi keluar. Jadi suhu interior tetap rendah, dan saat AC dihidupkan, tidak perlu bekerja keras untuk mendinginkan udara.

7. Memiliki tiga mode, yaitu electric mode yaitu bergerak semata-mata mengandalkan energi listrik yang tersimpan di battery. Mobil bisa bergerak maksimum 24 mph. Daya jelajahnya 20 - 30 mil sebelum harus diisi ulang. Economy mode, untuk menghasilkan efisiensi terbaik. Power mode untuk mendapatkan keasyikan berkendara tanpa kehilangan efisiensi. Pada mode ini akselerasi 0-100 km/jam dicapai dalam 9,8 detik.//

Profil :

Nama: Masato Kawai

Current Job: Technical Communication Group R & D Management Division TOYOTA MOTOR CORPORATION

Primary work experience :

- Join Toyota Motor Co., Ltd in 1987

- Electronics Engineering Division

- R & D Management Division (Technology and Communication Strategies). ***

DAPUR HIJAU MELAWAN PEMANASAN GLOBAL



Oleh: Zaky Al Hamzah


Perusahaan sangat menyadari dampak pemanasan global, sejak setahun ini dikembangkan penghijauan lingkungan pabrik.



‘’Kita mengenal Winston Churchill sebagai pahlawan di Perang Dunia II. Dalam melawan pemanasan global, kita memang membutuhkan kebijakan politik. Namun, itu saja tidak cukup, butuh sesuatu yang lebih untuk melawan itu semua,’’ ujar Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) dalam pidatonya di Oxford University, Inggris, Juli 2009 lalu.

Al Gore dikenal sebagai salah satu tokoh paling gigih dalam melawan pemanasan global. Al Gore pun diganjar Nobel Perdamaian bersama IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka meraih kemenangan atas usahanya dalam membangun dan menyebarkan pengetahuan mengenai perubahan iklim akibat ulah manusia.

Prestasi itu kemudian menginspirasi Toyota Motor Corporation (TMC). Produsen kendaraan bermotor Jepang ini memaknai perjuangan Al Gore melalui desain kendaraan. Tapi bagi Toyota hal itu belum cukup. Kalau produknya sudah ramah lingkungan, maka pabriknya pun harus sama. Maka, tahun 2008 lalu dimulailah program Sustainable Plant Activities di sejumlah pabrikan mereka.

Dari empat pabrik Toyota di Kota Nagoya, Jepang, salah satu pabrik yang mendesain lingkungannya ramah lingkungan adalah Tsutsumi Plant. Tiga pabrik lain yang masih di Kota Nagoya adalah Takaoka Plant, Motomachi Plant dan Tahara Plant. Republika bersama beberapa wartawan dari Indonesia mendapat kesempatan mengunjungi ‘dapur’ produksi mobil-mobil buatan Toyota di kawasan Nagoya yang dikenal sebagai kawasan industri Jepang. Sekaligus ditunjukkan proses produksi kendaraan Prius, produk pertama berteknologi hibrida yang penjualannya di pasar global terus menanjak.

Asisten Manajer Departemen Rekayasa Teknologi Divisi Administrasi Pabrik Tsutsumi TMC, Tomio Sakimura, menjelaskan, program penghijauan di kawasan Tsutsumi Plant seluas 113 hektare sudah dilakukan sejak tahun 2008. Selain memproduksi kendaraan hibrida atau eco car (ramah lingkungan), Toyota juga memulai dukungan pengurangan pemanasan global dengan menghijaukan pabrik.

‘’Perusahaan sangat menyadari pentingnya dampak pemanasan global, sehingga sejak setahun terakhir dikembangkan penghijauan di lingkungan pabrik,’’ ujar Sakimura. Dua tahun sebelum resmi pemberlakuan program penghijaun, atau tepatnya tahun 2006, perusahaan melakukan sejumlah program.

Di antaranya, penggunaan penerangan dengan sinar matahari (daylighting solar tube), pemakaian panel sinar matahari dan taman hijau di atas atap (solar panels and roof garden), parkir hijau (greened entrance), serta tanam pohon di sejumlah area pabrik. Hingga kini, luas area yang sudah dihijaukan mencapai 800 meter persegi dan akan diperluas lagi.

Panel surya yang ditempatkan di atap pabrik berfungsi untuk penerangan karena bisa mengeluarkan daya listrik hingga 2.000 kilowatt (kw), atau setara dengan listrik untuk 500 rumah tangga. ‘’Penggunaan sel surya ini bisa mengurangi emisi karbon dioksida hingga 740 ton per tahunnya,’’ ujar Sakimura.

GM Pabrik Tsutsumi Divisi Administrasi TMC, Hidenori Nagai, menambahkan, dengan program tersebut, maka beban biaya operasional pemakaian listrik bisa ditekan 50 persen dibanding pengeluaran tahun 1990-an. Yang membanggakan, kata dia, dibandingkan perusahaan otomotif lain di Jepang, pengembangan panel surya di pabrik Toyota termasuk paling besar.

Program ini rencananya akan dikembangkan di tiga pabrik Toyota lain di Nagoya, serta sedang berjalan di pabrik Toyota di India meski luas areanya hanya ratusan meter persegi. Demikian pula di pabrik Toyota di Thailand. Bagaimana dengan pabrik Toyota di Indonesia? ‘’Untuk Indonesia, masih dalam perencanaan karena anggarannya masih terbatas,’’ kata Nagai berapologi.

Selain panel sel surya di atap pabrik, Republika melihat dinding pabrik juga menggunakan cat khusus yang bisa membersihkan udara seperti halnya pepohonan. Teknologi yang dinamakan photocatalitic paint ini bisa membersihkan udara, sekaligus membersihkan debu dari dinding. Kemampuannya membersihkan udara diklaim hampir sama dengan 2.000 pohon.

Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Indonesia, Joko Trisanyoto, juga sempat terkejut melihat perubahan pabrik Tsutsumi. Tahun lalu dia sempat mengunjungi pabrik tersebut, namun kondisinya belum hijau seperti tahun ini. ‘’Tahun 2008 dulu belum sehijau ini,’’ ujarnya. Sejumlah wartawan maupun diler Toyota dari berbagai negara juga sempat terkagum-kagum melihat keindahan pemandangan serba hijau di kawasan pabrik Toyota.

Mengandalkan Prius
Tsutsumi Plant dikhususkan untuk memproduksi kendaraan sedan kelas medium (medium class passenger) semacam Prius, Camry, Premio, Arion dan Scion tC. Di ajang Tokyo Motor Show (TMS) ke-41 yang digelar 23 Oktober hingga 4 November 2009, Toyota unjuk gigi dengan meluncurkan tiga produk anyarnya. mobil konsep FT-86, Prius Plug-In Hybrid, dan FT EV II. Serta memperkenalkan prototipe Lexus LFA.

Sejak tahun 1990-an, kata Nagai, Tsutsumi Plant sebenarnya sudah menggunakan model sistem produksi beragam dalam upaya mengantisipasi dinamika yang berkembang di pasar. Pada 1997 TMC mulai memproduksi Prius generasi pertama sebagai kendaraan yang memadukan mesin internal combustion chamber berbahan bakar bensin (BBM) dan mesin listrik bertenaga baterai.

TMC mengutamakan terus memproduksi Prius hibrida mengingat tingginya permintaan atas mobil hibrida komersial pertama itu. ‘’Hingga akhir 2008 Toyota telah memproduksi total 1,8 juta kendaraan hybrid. Dari jumlah itu 1,26 juta unit merupakan Prius,’’ kata Nagai.

Produksi Prius terus mengalami perbaikan desain untuk meningkatkan kinerja hemat energi dan ramah lingkungan, selain tentu saja peningkatan aspek kenyamanan dan keamanannya. Saat ini Toyota telah memasarkan Prius generasi ketiga dengan peningkatan efisiensi konsumsi bahan bakar dari semula 28 kilometer (km) per liter bensin menjadi 38 km per liter (1:38). ‘’Kami sangat bangga bahwa Prius telah meraih penghargaan tertinggi dari sisi lingkungan maupun pemakaian bahan bakar yang ekonomis,’’ kata Nagai.

Menurut Nagai, Prius akan tetap menjadi andalan Toyota dalam penguasaan pasar kendaraan hibrida karena produksi Prius kini telah mencakup 70 persen dari total kendaraan hybrid yang dibuat TMC. ‘’Dan Tsutsumi Plant memproduksi separuh dari total produksi Prius TMC,’’ kata Nagai.

Tsutsumi Plant memproduksi empat model di lini produksi satu dan tiga model di lini produksi dua. Prius generasi ketiga sekarang menjadi model kendaraan utama bagi Tsutsumi Plant dengan rata-rata produksi lebih kurang 1.000 unit kendaraan per hari.

TAM sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Toyota di Indonesia juga sudah secara resmi memasarkan Prius generasi ketiga belum lama ini. Peluncuran Prius generasi ketiga yang bersamaan dengan penyelenggaraan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009 itu sekaligus sebagai upaya penjajakan pasar. Mobil hijau tentu tak bisa
disamakan dengan mobil biasa.

Generasi terbaru ikon mobil ramah lingkungan tersebut dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 585 juta per unit. ‘’Kami terus menjajaki pasar Prius di Indonesia meskipun hingga saat ini pasar mobil tersebut di Indonesia masih sangat terbatas,’’ kata Joko.

Selain Al Gore dan Toyota Motor Corporation (TMC), aktor Leonardo Di Caprio pun ikut ambil bagian mengampanyekan penyelamatan lingkungan dari krisis pemanasan global. Lewat film dokumenter The 11th HourDi Caprio bercerita tentang krisis lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia serta akibat bagi kehidupan umat manusia di planet ini, yang pada akhirnya memaksa kita untuk meralat kerusakan yang telah kita lakukan. Jadi, memang ‘butuh sesuatu yang lebih’ untuk melawan pemanasan global. ed: rahmad bh


Subsidi Membuat Laris

Pemerintah Jepang memberi keringanan pajak bagi dua kategori mobil. Pertama bagi kendaraan yang ramah lingkungan, terutama mobil hibrida (campuran BBM dan listrik), kedua bagi penukaran mobil baru dengan mobil yang sudah berumur 13 tahun. Tidak cukup keringanan bahkan penghapusan pajak hingga nol persen. Masih ada subsidi. Dua kebijakan itu ikut mendongkrak penjualan kendaraan roda empat yang sempat menyusut selama 13 bulan berturut-turut. Per September 2009, penjualan mobil di Jepang tumbuh 0,2 persen.

Manajer Lexus International Gallery Aoyama Tokyo, Katsuhiko Kunihiro, mengatakan, pengurangan pajak kendaraan berteknologi hibrida di kisaran 50 persen sampai 100 persen. Lexus HS 250h hibrida mendapat potongan sampai pajak nol persen serta subsidi dari pemerintah. Sedangkan Lexus konvensional RX 350 hanya mendapatkan potongan pajak 50 persen. Ketentuan ini berlaku sampai bulan Maret 2010 mendatang.

Staf Galeri Internasional Lexus, Sachiko Aoki, memberi perumpamaan. Bila harga sebuah mobil konvensional sebesar 4,5 juta yen plus pajak. ‘’Dengan perhitungan kasar, konsumen sudah bisa membawa pulang mobil jenis yang sama namun hibrida dengan hanya mengeluarkan dana 4 juta yen,’’ kata Aoki.

Sejak kebijakan ini berlaku, penjualan kendaraan di galeri Aoyama mengalami kenaikan. Setiap bulan, galeri Aoyama rata-rata menjual 30 unit Lexus berbagai jenis. Kebijakan pemangkasan pajak dan subsidi ini diikuti Pemerintah Amerika Serikat. Meski masih mahal, harga mobil ramah lingkungan ini bisa turun hingga 10 ribu dolar AS. Tahun depan, harga mobil listrik ke konsumen Amerika ditargetkan 30 ribu dolar AS.

Wakil Komisaris General Motors, Bob Lutz, mengatakan, hanya mampu menjual mobil hibrida Chevy Volt seharga 40 ribu dolar AS tahun 2010. Padahal, mobil sekelas berbahan bakar fosil bisa dijual 26 ribu dolar AS. Sedangkan subsidi berupa penurunan biaya produksi baterai sampai setengah dari kondisi saat ini. Toyota Prius merupakan mobil hibrida yang paling laku di Amerika Serikat. Prius Gen-3 dijual seharga 22 ribu dolar AS. zaky

Minggu, 27 September 2009

Ekonomi Kreatif: Pilar Keempat Ekonomi Nasional

Rabu, 08 Juli 2009 pukul 01:41:00

Zaky Al Hamzah
Wartawan Republika

Gagasan sangat dijunjung tinggi dalam produk ekonomi kreatif.

Pemerintah sedang menggodok cetak biru (blue print) Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2025. Tahun ini pun ditetapkan sebagai ‘Tahun Indonesia Kreatif 2009′.

Bagaimana upaya mencapainya? Industri kreatif ditargetkan tumbuh 6,3 persen pada 2009. Sebanyak 5,4 juta orang (5,9 persen) diharapkan terserap sebagai tenaga kerja baru.

Program sosialisasi industri kreatif kepada perbankan dan lembaga finansial akan terus digalakkan. Tujuannya meyakinkan mereka bahwa industri kreatif memiliki potensi ekonomi besar.

Ada tiga kelompok besar unggulan dalam 14 sektor industri kreatif. Di antaranya fashion, kerajinan, kriya, musik, dan film yang melahirkan karya animasi, peranti lunak, dan permainan komputer.

John Howkins, penulis buku The Creative Economy-How People Make Money from Ideas, menjelaskan, ekonomi kreatif adalah suatu aktivitas penciptaan dengan input dan outputnya adalah gagasan. Gagasan sangat dijunjung tinggi dalam era ekonomi kreatif ini.

Ekonomi kreatif, papar John, adalah transaksi dari hasil kreasi produk kreatif. Biasanya, ada dua macam nilai di setiap transaksi: kasat mata dan tak kasat mata.

Industri perangkat lunak digital, misalnya, nilai hak kekayaan intelektual (HKI) tinggi. Di industri lain, seperti seni, harga suatu objek secara fisik lebih tinggi. Karena itu, salah satu peran penting dalam ekonomi kreatif adalah pemaksimalan HKI sebagai daya saing.

”Indonesia punya banyak potensi produk yang bisa dikembangkan menjadi industri kreatif, dari budaya hingga seni yang tersebar di negara ini. Saya yakin industri kreatif bisa berkembang jika didukung berbagai pihak,” kata John, di sela-sela acara 2nd WIPO International Conference on Intellectual Property and Creative Industries, di Bali, 2-3 Desember 2008.

Penilaian lain disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain mengenalkan budaya Indonesia ke mancanegara, menurutnya, industri kreatif juga bisa menggerakkan roda perekonomian.

”Ekonomi kreatif merupakan keunggulan Indonesia. Jangan disia-siakan karena kita unggul di tingkat dunia. Terutama produk-produk kreatif yang menggunakan nilai budaya, warisan pusaka, dan nilai -nilai lokal,” kata Presiden.

Memang, bagi Indonesia, industri kreatif merupakan ekonomi baru, selain pertanian, perindustrian, sektor jasa, dan perdagangan. Dia yakin, ekonomi kreatif bakal menciptakan lapangan kerja baru dan memberi sumbangan signifikan terhadap perekonomian nasional.

Menurut Presiden, nasib masa depan perekonomian Tanah Air jangan hanya digantungkan pada tiga pilar ekonomi konvensional, yakni pertanian, industri, dan jasa. Kendati, ketiganya masih berperan sangat penting.

Perlu ada upaya, katanya, mengembangkan pilar ekonomi lain atau pilar keempat, yakni ekonomi kreatif pendukung industri kepariwisataan, perfilman, musik, maupun online.

Di samping menggenjot tiga pilar ekonomi itu, pemerintah juga mendorong percepatan dan perluasan pengembangan ekonomi pariwisata dan kreatif. Pemerintah optimistis industri kreatif di Indonesia terus berkembang dan bisa bersanding dengan negara-negara lainnya yang sudah maju dalam pengembangan industri kreatif.

”Saya punya keyakinan industri kreatif akan berkembang di negeri tercinta Indonesia,” kata Presiden. Namun, pengembangan saja tidak cukup.

Untuk lebih memajukan ekonomi kreatif, Menteri Perdagangan (Mendag), Mari Pangestu, mengatakan, kegiatan promosi akan lebih diperbanyak, di dalam maupun luar negeri. Sasaran Tahun Indonesia Kreatif 2009 adalah tersosialisasinya pemahaman akan ekonomi kreatif kepada masyarakat.

Ini agar tercipta produk-produk berupa barang dan jasa inovatif sebagai pondasi pembangunan ekonomi di masa depan. Pemerintah membentuk pula Jaringan Ekonomi Kreatif Indonesia (JEKI) sebagai rangkaian jejaring antarpara pemangku kepentingan.

Melalui JEKI, diharapkan terjadi pertukaran informasi dan pengalaman, sehingga akan meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif.

”Banyak sekali pelaku industri kreatif di Indonesia dan tersebar di berbagai daerah. Indonesia kaya akan budaya, serta banyak industri kerajinan yang membuat produk khas daerahnya. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa menjadikan budaya dan produk kerajinan itu dijual di tingkat nasional maupun internasional,” kata Mari.

Dalam mengembangkan ekonomi kreatif, tambahnya, pemerintah membuat kebijakan yang memudahkan para pelaku industri kreatif untuk mengembangkan usaha, terutama aksesibilitas untuk permodalan. Beberapa bank sudah ditunjuk untuk membantu industri kreatif skala kecil dan menengah, tentunya dengan persyaratan yang mudah dan tingkat bunga yang ringan.

Departemen Perindustrian (Depperin) juga meminta sektor industri kreatif mendapat fasilitas pengurangan pajak ganda, terutama di bidang riset dan pengembangan. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Depperin, Fauzi Aziz, mengakui saat ini industri kreatif dalam negeri masih dibebani penerapan pajak ganda.

Karena itu, jelasnya, jika fasilitas pengurangan pajak ganda ini diterapkan, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional. Pembebanan pajak terutama terjadi saat komersialisasi produk, meski dalam proses riset dan pengembangannya sudah mendapatkan fasilitas keringanan pajak.

”Jadi, biaya-biaya hasil riset, pengembangan serta komersialisasi seharusnya bisa dikurangkan 100 persen dari pendapatan kena pajak. Pengurangan juga dibolehkan untuk seluruh biaya yang dikeluarkan saat proses kegiatan penelitian dan pengembangan awal,” ujar Fauzi.

Ia optimistis, bila fasilitas pengurangan pajak diberikan, industri kreatif nasional bisa berkembang lebih maju. Terlebih, katanya, fasilitas seperti ini sudah banyak diterapkan berbagai negara, sehingga bisa mendorong industri kreatifnya.

Selain itu, fasilitas perpajakan juga tidak bertentangan dengan ketentuan organisasi perdagangan dunia (WTO) sehingga tidak dikhawatirkan menimbulkan tudingan dumping dan safeguards.

Mari juga mengingatkan tantangan yang berat industri kreatif di masa depan justru dapat dijadikan sebagai peluang. Sebab, pada 2009 ekonomi dunia termasuk Indonesia terkena resesi. Dan ini tantangan bagi Indonesia.

Tapi, kata Mari, tantangan krisis keuangan global harus menjadi peluang. ”Indonesia harus meraih peluang lewat Industri kreatif, sehingga mampu mendapat sumber kekuatan ekonomi baru setelah gelombang krisis menghantui bidang pertanian, industri manufaktur, dan pertambangan,” katanya.

Presiden SBY maupun Mari sepakat bila industri ekonomi kreatif harus digalakkan mulai sekarang dengan meningkatkan kualitas hasil karya dan cipta.

Andrie Trisaksono, industrial designer, dalam blognya, menyatakan, realitas dan fenomena ekonomi kreatif sebenarnya bukanlah hal baru bagi Indonesia yang telah terbukti memiliki aset kreativitas sejak dulu. Indonesia tidak kekurangan modal kreatifitas, hanya kekurangan kemampuan mengintegrasikannya.

Untuk itu langkah yang dibutuhkan adalah mengenali apa yang kita miliki (jati diri bangsa dan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia) dan menyusun langkah-langkah konstruktif. Pertama, menyusun cetak biru ekonomi kreatif Indonesia yang melibatkan seluruh stakeholder.

Kedua, mengajukan usulan kebijakan ekonomi kreatif yang komprehensif. Ketiga, menggiatkan inisiatif, baik swasta maupun pemerintah untuk menciptakan tempat-tempat pengembangan talenta industri kreatif di daerah.

Keempat, menciptakan produk dan jasa yang kreatif dan berbasis budaya berdasarkan prioritasnya. Misalnya, pariwisata, kerajinan, gaya hidup (spa, herbal, kuliner), furniture, dan lain-lain.

Kelima, menciptakan pasar berbasis budaya di dalam negeri karena selama ini selalu menjadi target pasar negara lain. Keenam, menumbuhkan semangat invovasi dan kreativitas di dunia pendidikan agar generasi muda mampu melahirkan gagasan baru berdasarkan apa yang sudah dimiliki sejak dini.

Ketujuh, transfer teknologi yang konsisten terhadap industri kreatif berwawasan budaya seperti disebut di atas. Kedelapan, meningkatkan pendapatan devisa berbasis kreatif atas sektor-sektor tersebut di atas.

Kesembilan, promosi potensi Indonesia, seperti alam, warisan budaya (heritage), dan budaya. Kesembilan, sosialisasi, diseminasi, dan promosi secara sistematis tentang kekuatan Indonesia di bidang industri kreatif agar diperhitungkan di peta kompetensi dunia.

Tentu saja agenda yang diutarakan di sini barulah sebuah insights untuk pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia. ”Dibutuhkan peran aktif pemerintah dalam membangun secara konsisten dan berkesinambungan paling tidak untuk 10-20 tahun mendatang,” ujar alumni Desain Produk ITB ini.

Presiden SBY pun mengatakan untuk bisa mencapai hal di atas, harus ada usaha memperkenalkan ekonomi kreatif di kalangan anak-anak sejak dini. ”Dengan pendidikan sejak dini, akan menciptakan potensi pengembangan industri kreatif. Sehingga pemerintah mempunyai kewajiban membuat ruang yang kondusif, seperti memfasilitasi pemodalan, di antaranya kredit pengembangan usaha kreatif termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat,” jelas Presiden.

Menunggu Peran Nyata Produk Kreatif

Gelar Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2009 berakhir sudah. Berlangsung empat hari (25-28 Juni) di Jakarta Convention Center, ajang itu membukukan transaksi Rp 29,7 miliar dengan jumlah pengunjung 31.293 orang.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Departemen Perdagangan (Depdag), Fauzi Azis, menjelaskan, nilai transaksi terbanyak disumbangkan oleh produk industri kreatif di bidang industri teknologi informasi (TI), animasi, dan peranti lunak (software) sebesar Rp 8,9 miliar.

Penjualan terbesar kedua berasal dari produk industri kreatif di bidang batik senilai Rp 8,4 miliar. Nilai transaksi menurun, kata Fauzi, bukan karena tingkat pembelian konsumen berkurang, melainkankarena jumlah hari penyelenggaraan pameran lebih pendek dari lima hari tahun lalu menjadi empat hari.

Pemerintah maupun panitia mendorong produk-produk berbasis TI, animasi, software, sehingga produk yang ditampilkan sangat selektif. Kendati jumlah transaksi menurun ketimbang tahun lalu yang Rp 34,4 miliar, tapi pameran tahun ini memang lebih difokuskan untuk produk-produk berbasis teknologi, di samping tetap menampilkan produk komersil seperti kerajinan tangan dan batik.

”Penonjolan produk berbasis IT untuk meningkatkan kesadaran pada pengunjung bahwa Indonesia memiliki produk film, animasi, dan program software sendiri yang dibuat oleh anak Indonesia,” katanya.

Dalam konteks pembangunan ekonomi kreatif berbasiskan TI seperti software, animasi, game online, film, dan musik telah memberikan kesadaran baru bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk lebih banyak berkarya dengan nilai kualitas yang tinggi.

Di masa depan, pemerintah berharap masyarakat mulai bangga memakai produk dalam negeri serta budaya konsumtif masyarakat dapat berubah ke arah tata nilai produktif.

Penyelenggaraan PPKI tahun ini telah memberikan bukti bahwa potensi dan peta kekuatan ekonomi kreatif Indonesia semakin nyata menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi negara yang selama ini disumbang oleh sektor seperti pertanian, pertambangan, dan industri manufaktur.