Rabu, 2009 Mei 13

'Membangkitkan Kebanggaan pada Produk Lokal'



Sumber foto: Pembukaan PPI di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mendapat tugas tambahan saat Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2/2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), yakni menjadi Ketua Tim Koordinasi Penggunan Produk Lokal, yang bertanggung jawab menggkoordinasi para menteri, Panglima TNI, maupun Kapolri untuk mengkampanyekan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa khususnya, PNS maupun anggota TNI dan Polri.

Salah satu tugas Timnas merumuskan dan menyiapkan kebijakan, strategi dan program untuk mengoptimalkan penggunaan barang/jasa hasil produksi dalam negeri dan penyedia barang/jasa nasional dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. Kepada Zaky Al Hamzah dan Mansyur Faqih, wartawan Republika, guna menyambut ajang Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2009 di Kemayoran Expo tanggal 13-17 Mei 2009 ini, Menperin Fahmi Idris menjelaskan panjang lebar.

(R): Menjelang penyelenggaraan Pameran produksi Indonesia pada tanggal 13 – 17 Mei 2009 di Kemayoran Expo, Jakarta, dapatkah dijelaskan sejauh mana barang dan jasa dalam negeri telah digunakan sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2009 dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah?

(F): Dalam Inpres tersebut, instansi pemerintah akan diinstruksikan untuk melakukan langkah-langkah sesuai kewenangan masing-masing guna memaksimalkan penggunaan barang/jasa hasil produksi dalam negeri termasuk rancang bangun dan perekayasaan nasional, serta penggunaan penyedian barang/jasa nasional. Serta memberikan preferensi harga untuk barang produksi dalam negeri dan penyedia jasa pemborongan nasional kepada perusahaan penyedia barang/jasa.Dalam konsep Peraturan Menteri Perindustrian dijelaskan bahwa dalam pengadaan Barang/Jasa Pemerintah agar dapat berpedoman dan mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian No. 11 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Penggunaan Produksi Dalam Negeri yang ditetapkan oleh Menteri Perindustrian.

Dalam konsep Pedoman Teknis tersebut, diatur jenis barang/jasa buatan dalam negeri dalam bentuk sebuah daftar dan dikelompokkan kedalam 21 kelompok barang dan jasa yang meliputi 470 produk. Daftar tersebut dimutakhirkan setiap 6 (enam) bulan. Pemerintah melalui Menteri Perindustrian melakukan serangkaian penggalangan dukungan terdahap Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2009 tentang P3DN dalam pengadaan Barang/Jasa dengan seluruh pimpinan Departemen, Lembaga Pemerintah, TNI dan Polri. Sebagai contoh tentang besarnya potensi penyerapan produk dalam negeri di lingkungan instansi Pemerintah dari APBN 2009 sebesar Rp 1.037,1 Trilyun; Belanja Barang sebesar Rp 91,7 T; dan Belanja Modal sebesar Rp 72,0 T.

(R) Dalam upaya menjadikan produk dalam negeri sebagai tuan di negeri sendiri, artinya membuat orang lebih memilih membeli atau menggunakan jasa dalam negeri, tentu tidak cukup dengan instruksi, himbauan, atau publikasi. Apa saja langkah-langkah strategis pemerintah, dalam hal ini Departemen Perindustrian (Depperin), untuk mendorong atau membangkitkan minat masyarakat lebih menyukai produk barang dan jasa dalam negeri dibanding produk asing yang cenderung lebih memikat?

(F): Melakukan kampanye P3DN yang secara gencar dilakukan oleh pemerintah (Presiden dan Wakil Presiden), para Menteri Kabinet, dengan harapan agar tumbuhnya kesadaran dalam masyarakat untuk mencintai produksi dalam negeri. Seperti kampanye penggunaan produk alas kaki dalam negeri seperti melalui beragam pameran industri terpadu dan mandiri, Pameran Produk Indonesia, pencanangan serta Tahun Industri Kreatif.

Masyarakat Indonesia sesungguhnya masih memiliki kecintaan dan kebanggaan untuk menggunakan produksi dalam negeri. Namun tumbuhnya kesadaran itu perlu ditunjukkan terlebih dahulu melalui keteladanan pemimpin negara maupun pemuka masyarakat. Hal ini terbukti dengan makin meningkatnya citra dan penggunaan batik dan sepatu produksi dalam negeri. Bentuk kampanye seperti ini sangat efektif hasilnya karena masyarakat Indonesia pada dasarnya sangat menghargai keteladanan pemimpin yang apresiasi terhadap produk nasional.

Kampanye penggunaan batik dan sepatu buatan dalam negeri merupakan tahap motivasi dalam menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menghargai dan menggunakan produk dalam negeri. Kampanye yang berskala nasional ini harus dilakukan secara terus menerus untuk dapat merubah persepsi masyarakat secara bertahap. Apabila kesadaran masyarakat untuk bangga menggunakan produk dalam negeri telah meningkat, maka dengan sendirinya masyarakat akan selalu memilih produk dalam negeri dalam setiap kebutuhannya.

(R): Krisis ekonomi dunia saat ini, sesungguhnya lebih menyadarkan kita mengenai pentingnya membangun kekuatan pasar dalam negeri untuk menyerap industri dalam negeri. Karena itu, Pemerintah kemudian mengkampanyekan penggunaan produk dalam negeri dan membentuk Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (Timnas P3DN) yang diketahui Menteri Perindustrian. Tugas utamanya ialah mengoptimalkan dan memaksimalkan penggunaan produk barang dan jasa dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa Pemerintah. Kegiatan ini dipandang sangat strategis untuk menghadapi badai krisis ekonomi. Sejauh mana pelaksanaan tugas Timnas P3DN ini telah menunjukkan hasilnya?

(F): Sebagaimana diketahui bahwa belanja pemerintah untuk pembelian barang dan jasa sangat besar jumlahnya, apalagi bila digabungkan dengan belanja BUMN dan BUMD. Ini adalah pasar yang sungguh potensial bagi produk dalam negeri dan akan sangat membantu pengembangan industri dalam negeri apabila pasar ini dapat dikuasai dengan baik. Oleh karena itu untuk tahap awal sasaran dalam kampanye peningkatan penggunaan produk dalam negeri adalah pembelian barang oleh pemerintah. Produk dalam negeri mendapatkan perlakuan preferensi harga yang diharapkan akan dapat menyaingi produk impor sejenis.

Kami telah mengeluarkan peraturan tentang teknis pelaksanaan perhitungan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang dipakai sebagai acuan untuk menetapkan barang tersebut dianggap telah memenuhi persyaratan sebagai produk dalam negeri untuk mendapatkan preferensi.

Departemen Perindustrian telah melakukan verifikasi terhadap 20 Kelompok produk Barang yang diproduksi oleh 1.116 perusahaan produsen dan 1 Kelompok produk Jasa yang dilayani/diproduksi oleh 5 perusahaan produsen. Dalam waktu dekat direktori yang memuat informasi tersebut akan segera diterbitkan dan disebarkan keseluruh instansi pemerintah, BUMN dan BUMD sebagai bahan referensi dalam setiap pembelian barang. Selanjutnya lembaga pengawasan negara akan melakukan audit mengenai kepatuhan instansi pemerintah dalam melaksanakan pembelian barang yang mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri.

Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk bersungguh-sungguh meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri sebagai bagian upaya dalam meningkatkan kekuatan industri dalam negeri untuk bisa menguasai pasar domestik. Mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri bagi instansi pemerintah, BUMN dan BUMD dalam waktu dekat merupakan suatu keharusan dan wajib dipatuhi serta dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

(R): Kampanye penggunaan produk barang dan jasa dalam negeri, tentunya tidak sebatas dalam pengadaan pemerintah, tapi meliputi masyarakat luas. Disini tampaknya masih banyak kendala. Minat masyarakat terhadap produk barang dan jasa impor masih sangat tinggi, bahkan sampai buah-buahan yang melimpah ruah di Indonesia pun, kalah pamor dengan produk impor yang memang membanjiri pasar dalam negeri. Keutamaan produk impor umumnya diasosiasikan dengan mutu tinggi, bergengsi dan harga terjangkau. Dalam beberapa produk, harga malah lebih murah. Khusus produk China, hampir semua jauh lebih murah dari produk dalam negeri. Bagaimana Pemerintah menyiasati hal ini?

(F): Nampaknya ada persepsi yang kurang tepat di masyarakat mengenai produk dalam negeri yang dianggap inferior dibanding produk impor. Sesungguhnya industri dalam negeri telah mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi dan bahkan mampu bersaing dipasar ekspor, dan telah dipercaya juga untuk memproduksi produk-produk dengan merk terkenal didunia.

Sebetulnya cukup ironis, barang-barang produksi Indonesia justru dipasarkan diluar negeri, sedangkan barang impor sejenis dengan merk yang sama dipasarkan di Indonesia. Tetapi itulah strategi perusahaan dagang multinasional dalam memasarkan produknya, dan kita harus mengikuti. Tetapi untuk produk-produk yang tidak bergantung pada merk internasional, sebetulnya produksi dalam negeri tidak kalah dengan produk impor. Banyak sekali produk impor yang sebetulnya kualitasnya rendah dan membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat, dan sudah banyak dijumpai kasus seperti itu, misalnya produk makanan, elektronika, kabel, ban kendaraan dan lain-lain.

Produk impor yang membanjir dengan harga murah sesungguhnya adalah barang selundupan. Ini sangat merugikan dan dapat menghancurkan industri dalam negeri karena harus bersaing secara sangat tidak fair dengan barang selundupan yang tidak membayar bea masuk dan pajak selain tidak memberikan jaminan pasca jual. Sangatlah tidak masuk akal apabila barang impor sejenis dan berkualitas dapat dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding produk dalam negeri apabila masuk secara legal dengan memperhitungkan biaya produksi, pengapalan, bea masuk, pajak dan biaya pemasaran lainnya. Jumlah pelabuhan impor yang sangat banyak dan keterbatasan petugas menjadikan Indonesia sebagai surga bagi aneka jenis barang selundupan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembatasan pelabuhan impor, memberlakukan pemeriksaan pre-shipment untuk produk impor tertentu, memperketat pengawasan peredaran barang, mewajibkan penggunaan standar nasional bagi produk impor tertentu dan memperketat pengawasan di pelabuhan impor, sebagai contoh beberapa kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah.

Kegemaran kalangan masyarakat tertentu terhadap produk impor sebetulnya disebabkan gaya hidup yang ingin meniru luar negeri. Ini sesungguhnya patut disesalkan karena kalangan masyarakat ini umumnya berpendidikan tinggi. Sudah saatnya rasa nasionalisme terhadap produksi dalam negeri harus dikampanyekan secara luas dan terus menerus. Sudah barang tentu, ini merupakan upaya dan kerja keras bersama dan memerlukan waktu yang lama, tetapi harus dimulai dari sekarang dan secara konsisten terus dilaksanakan tanpa kenal lelah. Saya percaya pada saatnya nanti, masyarakat kita akan bangga menggunakan produksi anak bangsa sendiri.

(R): Dua produk Indonesia telah menunjukkan peningkatan citra yang kemudian diikuti minat beli masyarakat yang meningkat tajam, yakni batik dan sepatu. Namun, batik dan sepatu hanya ragam kecil dalam khazanah produk barang dan jasa dalam negeri. Apalagi produk barang dan jasa yang masuk prioritas pemerintah untuk dipromosikan besar-besaran seperti sepatu? (Dalam hal ini, batik tak sepenuhnya dapat dipandang meningkat karena kegiatan promosi pemerintah berupa kewajiban pegawai negeri sipil berbusana batik. Isu pencurian paten oleh Malaysia dipandang lebih seksi).

(F): Masyarakat Indonesia sesungguhnya masih memiliki kecintaan dan kebanggaan untuk menggunakan produksi dalam negeri. Namun tumbuhnya kesadaran itu perlu ditunjukkan terlebih dahulu melalui keteladanan pemimpin negara maupun pemuka masyarakat. Hal ini terbukti dengan makin meningkatnya citra dan penggunaan batik dan sepatu produksi dalam negeri. Bentuk kampanye seperti ini sangat efektif hasilnya karena masyarakat Indonesia pada dasarnya sangat menghargai keteladanan pemimpin yang apresiasi terhadap produk nasional.

Kampanye penggunaan batik dan sepatu buatan dalam negeri merupakan tahap motivasi dalam menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menghargai dan menggunakan produk dalam negeri. Kampanye yang berskala nasional ini harus dilakukan secara terus menerus untuk dapat merubah persepsi masyarakat secara bertahap. Apabila kesadaran masyarakat untuk bangga menggunakan produk dalam negeri telah meningkat, maka dengan sendirinya masyarakat akan selalu memilih produk dalam negeri dalam setiap kebutuhannya.

Kami akan berhati-hati dan sangat selektif dalam memilih produk barang yang akan dipromosikan secara nasional karena apabila dilakukan kampanye besar-besaran dengan jenis barang yang cepat berganti dalam waktu relatif singkat kemungkinan justru mengakibatkan kontra produktif. Akan lebih efektif apabila kampanye penggunaan produksi dalam negeri dilakukan secara menyeluruh dan konsisten. Sebagai contoh, sekarang semua instansi pemerintah dalam menyediakan konsumsi untuk rapat atau pertemuan lainnya diminta untuk menggunakan produk makanan atau buah-buahan lokal.

(R): Dalam soal barang dan jasa, ada banyak hal yang menajdi faktor orang memilih dan membeli. Tiga diantaranya ialah mutu, citra, dan harga. Tiga faktor ini tak berurutan. Ada yang lebih dipengaruhi citra, mutu, dan harga. Ada juga harga, mutu, dan citra. Macam-macam kombinasinya, tergantung status sosial, ekonomi, jenis barang atau jasa, dan sebagainya. Bagaimana Pemerintah menyiasati hal ini mengingat kebanyakan orang membeli atau menggunakan produk luar justru karena mutu dan citra yang baik, meski harga mungkin mahal. Dalam beberapa hal, harga malah bisa lebih murah. Produk pertanian, misalnya mutu lebih bagus, kemasan lebih menarik, harga lebih murah.

(F): Nampaknya ada persepsi yang kurang tepat di masyarakat mengenai produk dalam negeri yang dianggap inferior dibanding produk impor. Sesungguhnya industri dalam negeri telah mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi dan bahkan mampu bersaing di pasar ekspor, dan telah dipercaya juga untuk memproduksi produk-produk dengan merk terkenal di dunia. Sebetulnya cukup ironis, barang-barang produksi Indonesia justru dipasar di luar negeri, sedangkan barang impor sejenis dengan merk yang sama dipasarkan di Indonesia. Tetapi itulah strategi perusahaan dagang multinasional dalam memasarkan produknya, dan kita harus mengikuti.

Tetapi untuk produk-produk yang tidak bergantung pada merk internasional, sebetulnya produksi dalam negeri tidak kalah dengan produk impor. Banyak Banyak sekali produk impor yang sebetulnya kualitasnya rendah dan membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat, dan sudah banyak dijumpai kasus seperti itu, misalnya produk makanan, elektronika, kabel, ban kendaraan dll.

Produk impor yang membanjir dengan harga murah sesungguhnya adalah barang selundupan. Ini sangat merugikan dan dapat menghancurkan industri dalam negeri karena harus bersaing secara sangat tidak fair dengan barang selundupan yang tidak membayar bea masuk dan pajak selain tidak memberikan jaminan pasca jual. Sangatlah tidak masuk akal apabila barang impor sejenis dan berkualitas dapat dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding produk dalam negeri apabila masuk secara legal dengan memperhitungkan segala macam biaya seperti biaya produksi, pengapalan, bea masuk, pajak dan biaya pemasaran lainnya. Jumlah pelabuhan impor yang sangat banyak dan keterbatasan petugas menjadikan Indonesia sebagai surga bagi aneka jenis barang selundupan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembatasan pelabuhan impor, memberlakukan pemeriksaan pre-shipment untuk produk impor tertentu, memperketat pengawasan peredaran barang, mewajibkan penggunaan standar nasional bagi produk impor tertentu dan memperketat pengawasan di pelabuhan impor, sebagai contoh beberapa kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah.

Kegemaran kalangan masyarakat tertentu terhadap produk impor sebetulnya disebabkan gaya hidup yang ingin meniru luar negeri. Ini sesungguhnya patut disesalkan karena kalangan masyarakat ini umumnya berpendidikan tinggi. Sudah saatnya rasa nasionalisme terhadap produksi dalam negeri harus dikampanyekan secara luas dan terus menerus. Sudah barang tentu, ini merupakan upaya dan kerja keras bersama dan memerlukan waktu yang lama, tetapi harus dimulai dari sekarang dan secara konsisten terus dilaksanakan tanpa kenal lelah. Saya percaya pada saatnya nanti, masyarakat kita akan bangga menggunakan produksi anak bangsa sendiri.

(R): Penggunaan produk dalam negeri juga berhubungan erat dengan produksi dalam negeri. Selama ini, selalu ada keluhan Pemerintah kurang mendukung produksi dalam negeri. Baik dari sudut kebijakan strategis, pendanaan, hingga kebijakan operasional dan proteksi tertentu yang tidak melanggar kesepakatan internasional. Ringkas kata, pemerintah kurang memberi insentif dan iklim yang cukup bagi usaha produksi dalam negeri dan tidak berdaya pula menahan gempuran produk luar yang masuk secara semi legal dari Cina, misalnya. Bila ada dukungan yang kuat, umumnya diberikan kepada pengusaha kelas atas dengankecukupan modal besar. Dukungan kepada industri kecil menengah masih terasa kurang. Ini dipandang sebagai penyebab tak berkembangnya industri dalam negeri seperti di Cina, yang peralatan elektronik dan sepeda motor pun sudah bersifat rumahan?

(F): Budaya mencintai produk sendiri perlu dikembangkan dengan tujuan agar industri dalam negeri tumbuh dan berkembang sehingga secara bertahap akan menjadi kuat dan mampu bersaing di pasaran secara sehat. Kepedulian Pemerintah kepada produk barang dan jasa yang dihasilkan industri DN diwujudkan dengan INPRES No. 2/2009, yang dimaksudkan untuk mengatasi dampak krisis keuangan dunia, melalui cara mengoptimalkan belanja Pemerintah, BUMN, Kontraktor Kontak Kerjasama dalam penggunaan PDN. Guna memperkuat posisi tawar bagi PDN, diharapkan agar kalangan produsen meningkatkan kualitas maupun desain serta harga terjangkau.

Untuk melindungi pasar dalam negeri terhadap gangguan luar, pemerintah melakukan pembatasan impor untuk komoditi tertentu seperti garmen, footwear, elektronik, mainan anak, produk makanan dan minuman yang hanya boleh diimpor oleh Importir Terdaftar (IT) melalui pelabuhan-pelabuhan yang telah ditentukan. Trade remedy berupa safeguards untuk garmen dan lampu hemat energi, anti dumping untuk HRC dan HRP, pengendalian impor untuk produk-produk baja dan harmonisasi tarif untuk paku. Kebijakan lainnya adalah optimalisasi subsidi pupuk dengan menambah 200.000 ton urea subsidi untuk mengatasi kelangkaan, meningkatkan penggunaan CPO sebagai biofuel, meningkatkan program pemberdayaan IKM dan SKB 4 (empat) menteri tentang upah tenaga kerja.

Untuk memberantas impor ilegal, pemerintah melakukan penambahan pembatasan pelabuhan untuk produk tertentu, impor melalui TI/IP, penetapan jumlah pelabuhan internasional, dan kewajiban verifikasi impor di negara asal dan didalam negeri untuk produk seperti kosmetika, keramik, baja, LHE, handphone, komponen otomotif (busi dan filter) serta sepeda.

Harmonisasi tarif bea masuk dilakukan melalui penundaan proses penurunan Tarif Bea Masuk, meningkatkan Tarif Bea Masuk untuk produk baja hilir (kawat dan paku), petrokimia (polyethylene), dan rubber roll. Juga telah diusulkan kepada Menteri Keuangan untuk pemberian intensif berupa pembebasan bea masuk (ditanggung pemerintah/BMTDP) pada tahun 2009 sebesar Rp. 2,1 Trilliun kepada sepuluh industri (alat berat, PLTU, susu, kimia, otomotif, elektronika, telematika, kapal dan ballpoint).

Pemerintah telah berupaya dengan sungguh-sungguh dan terus menerus untuk memperbaiki iklim usaha agar kondusif bagi pengembangan sektor industri nasional dengan mengeluarkan berbagai kebijakan baik berupa pemberian fasilitas insentif fiskal maupun non fiskal serta berbagai kemudahan peraturan dan penyederhanaan perizinan. Kesemuanya ini ditujukan untuk memudahkan pelaku usaha industri guna menjalankan bisnisnya di Indonesia. Namun perlu dipahami juga bahwa sektor industri sangat tergantung dari sektor lain, terutama ketersediaan infastruktur dan energi.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa lokasi industri sangat terkonsentrasi di Jawa dan kondisi infrastruktur di Jawa masih sangat kurang ideal untuk mengakselerasi pertumbuhan industri disebabkan buruknya prasarana jalan raya, terbatasnya kemampuan pelabuhan untuk menampung arus barang ekspor dan impor serta terbatasnya pasokan energi. Keadaan ini tentunya menghambat perkembangan industri karena menganggu kelancaran produksi dan pemasaran serta menimbulkan ketidakefisiensian usaha.

Salah satu masalah terbesar adalah penyelundupan yang benar-benar sangat merugikan industri dalam negeri karena harus bersaing secara tidak fair dengan barang illegal. Tidak ada satupun negara didunia yang industrinya mampu bersaing dengan barang selundupan yang membanjir karena bersaing tidak pada level yang sama. Oleh karena itu, pemerintah sekarang secara serius menanggulangi penyelundupan ini karena dampaknya sangat merugikan kepada industri nasional dan sektor ekonomi pendukung lainnya. zaky al hamzah

Emil Salim: Pengetahuan Kelautan Masih Minim



Sumber Foto: www.daveharasti.com

MANADO -- Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Emil Salim, mengatakan Penelitian dan pengetahuan mengenai perubahan iklim dari dimensi kelautan masih minim dibandingkan perspektif kawasan darat seperti hutan dan lahan.

''Masih minim ilmu pengetahuan kelautan yang memiliki hubungan dengan perubahan iklim dunia. Padahal, laut mempunyai potensi yang luar biasa untuk menyerap CO2," kata Emil Salim, usai pembukaan International Symposium on Ocean Science, Technology and Policy di Manado Convention Center (MCC), Manado, Sulut, Selasa (12/5).

Ia mencontohkan, pertemuan konvensi internasional seperti konvensi perubahan iklim, konvensi keanekaragaman hayati dunia, namun dari semua konvensi tersebut selama tidak menyinggung megenai laut, alasannya karena laut tidak banyak diketahui.

Begitu pula ilmu pengetahuan mengenai hal apa yang pengaruhi laut dengan perubahan iklim belum banyak dilakukan para peneliti. ''Pengetahuan soal hubungan laut, perubahan iklim serta atmosfir bumi belum banyak diketahui,'' katanya.

Ilmu mengenai hubungan timbal balik dua hal antara laut dan atmosfir, menurutnya, sudah mengalami ketertinggalan, dan sebaliknya, justru ilmu tentang keterkaitan perubahan iklim dengan tumbuhan di daratan lebih banyak berkembang sehingga masuk dalam kebijakan perubahan iklim.

Atas dasar tersebut, pemerintah mendorong agar aspek kelautan tidak hanya dilakukan upaya penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, namun juga masuk dalam agenda kebijakan politik sebagai kebijakan bersama dunia dalam membangun konvensi kelautan. Makanya, melalui WOC yang dihadiri ratusan peserta kongres dari sejumlah negara, pertemuan konsorsium tersebut memutuskan kesepakatan hubungan antara perubahan iklim dikaitkan dengan laut.

Dalam kebijakan politik, tentunya, isu mengenai laut akan didesak masuk dalam agenda pembahasan pertemuan Panel Antarpemerintah PBB untuk Perubahan Iklim (Intergovermental Panel on Climate Change/IPCC) di Kopenhagen Desember 2009 nanti, melalui Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration/MOD). pertemuan IPCC di Kopenhagen Desember 2009 nanti," kata Emil Salim. zaky al hamzah

Target Deklarasi Manado Masuk Agenda KTT Perubahan Iklim



Sumber: www.daveharasti.com

Laut memiliki peran dalam perubahan iklim dunia.

MANADO -- Pemerintah Indonesia menargetkan pelaksanaan Konferensi Kelautan Dunia atau World Ocean Conference (WOC) 2009 di Manado, Sumut, yang menyepakati Manado Ocean Declaration (MOD), bisa masuk agenda KTT Perubahan Iklim Dunia di Kopenhagen. Selain Deklarasi Kelautan Manado, usai pelaksanaan WOC juga digelar Coral Triangle Initiative Summit atau Pemrakarsa Segitiga Terumbu Karang yang melibatkan enam negara.

''Hasil yang dicapai di WOC dapat menjadi kerangka kerja yang dibahas pada pertemuan Panel Antarpemerintah PBB untuk Perubahan Iklim (Intergovermental Panel on Climate Change/IPCC) di Kopenhagen, Desember 2009 nanti,'' ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, dalam sambutan pembukaan Senior Official Meeting (SOM) WOC di Gedung Grand Kawanua Convention Center (GKCC) Manado, Sulawesi Utara, Senin (11/5).

Ia berharap adanya komitmen global, terutama dari negara-negara peserta WOC untuk masalah kelautan. Sekurangnya, dikaji 676 makalah soal kelautan, di antaranya soal pengelolaan laut, penelitian laut, dan pengembangan budidaya laut tangkap serta perlindungan atau konservasi terumbu karang.

Melalui WOC tersebut, kata Freddy, pemerintah RI berharap pelaksanaan ajang dunia tersebut bisa menyatukan usaha bersama untuk memerangi dampak perubahan iklim di laut secara global, seperti kenaikan muka air laut, melelehnya daratan es kutub, perubahan pola iklim, dan dampak lainnya karena efek rumah kaca.

"Dari WOC ini bisa diformulasikan kebijakan dan regulasi untuk keberlanjutan keanekaragaman biota laut dan terumbu karang untuk konvervasi jangka panjang," kata Freddy.

Senada dengan Freddy, Sesmenko Kesra sekaligus Sekretaris WOC, Indroyono Soesilo, juga menekankan bahwa ajang WOC ini penting untuk mengingatkan dunia bahwa laut pun ikut memiliki peran dalam perubahan iklim dunia. Buktinya, dari 73 negara dan 11 lembaga penelitian dan pengembangan dunia berperan serta dalam ajang tersebut. Panitia semula menargetkan acara tersebut dihadiri 121 negara.

Di samping negara berkembang, kata Soesilo, negara maju pun menyempatkan hadir dan memberikan dukungan serta berbagi pengalaman perihal pengelolaan sumber daya laut yang bertujuan tidak hanya untuk keamanan makanan (food security), namun juga bisa sebagai ekosistem dan penyeimbang iklim.

''Negara AS, Jepang, Cina, Australia, dan Jerman serta Uni Eropa menyempatkan hadir, bahkan 1.500 ilmuwan kelautan dijadwalkan hadir di acara tersebut,'' katanya. Khusus untuk AS, Soesilo menekankan, sebenarnya bakal dihadiri Menlu AS, Hillary Clinton, namun tidak bisa hadir dan hanya memberikan rekaman video kepada panitia WOC. zaky al hamzah

Mengintai Dalamnya Laut di Google Ocean



Permukaan laut digambarkan dalam bentuk streaming ilustrasi sehingga mudah dipahami secara visual.

Tak perlu jauh-jauh ke Antartika jika ingin mengukur seberapa dalam atau berapa luas es yang mencair di wilayah kutub itu. Untuk mengetahui batas permukaan laut suatu negara, juga tak perlu berkunjung ke negara itu. Perusahaan provider internet terbesar di dunia, Google telah membuat program baru yakni Google Ocean untuk mengintip dari dunia maya berbagai informasi tentang laut dan isinya.

Langkah Google yang terus berupaya memaksimalkan program-program gratis mereka untuk keperluan ilmiah, khususnya di bidang kelautan disambut gembira banyak pihak. Tak terkecuali Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Freddy Numberi menyatakan, pemerintah tidak mengkhawatirkan keberadaan program Google Ocean. Justru menurut Freddy, masyarakat umum bisa ikut mengakses sekaligus mengawasi kondisi laut terkini. Sehingga, kekayaan alam laut bisa terselamatkan dan cepat diketahui jika terdapat upaya perusakan.

Freddy mengatakan, sangat banyak keuntungan yang bisa diambil dari Google Ocean. ''Kita bisa mengetahui pulau-pulau yang tenggelam, terumbu karang yang rusak atau dieksploitasi. Jadi pemerintah tidak khawatir program ini akan mengganggu ketahanan nasional,'' Freddy di sela-sela acara World Ocean Conference (WOC) di Manado, Senin (11/5) lalu.

Dalam salah satu sesi paralel Simposium Peneliti Kelautan, Google memaparkan program Google earth baru berupa fitur laut atau Google Ocean. Ini mencakup pengukuran batas permukaan laut, program batas Negara, fitur 3 Dimensi (3D) yang menggambarkan wajah permukaan, struktur dan tekstur bumi secara lengkap, serta program kerjasama upload foto dan video.

''Data laut bukan rahasia lagi, masyarakat bisa mengakses cepat berapa kemampuan atau daya penyerapan karbon dari laut, juga informasi adanya abrasi laut bisa cepat diketahui lewat program baru buatan Google ini,'' ujarnya.

Menurut Jenifer Austin Foulkes, Business Product Manager Google, inovasi Google Ocean tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaannya untuk mendidik masyarakat luas tentang kondisi permukaan bumi, baik daratan maupun lautan.

Sementaa Pakar Geo Data asal Amerika Serikat (AS), Megan A Goddard mengatakan, tujuan dari fitur yang baru dikenalkan ke publik itu untuk membantu peneliti kelautan mengakses data dan gambaran akurat tentang permukaan laut. Dalam tampilannya, permukaan laut digambarkan dalam bentuk streaming ilustrasi sehingga memudahkan pemahaman visual. ''Jadi dengan fitur itu peneliti bisa melakukan pengecekan secara gradual terhadap permukaan laut yang terancam naik akibat perubahan iklim,'' jelasnya.

Megan menjelaskan, kehadiran Google Earth dengan seri terbaru Google Ocean yang disediakan secara gratis tersebut juga bermanfaat untuk menentukan batas riil Negara berdasar foto citra satelit. Di masa mendatang, menurutnya, garis batas akan bisa ditancapkan secara akurat dan berguna bagi kepentingan bilateral Negara-negara tetangga yang kerap bersengketa mengenai perbatasan. ''Saat ini kami masih berkoordinasi update data agar gambar foto satelit itu dibuat semaksimal mungkin berdasar kesepakatan internasional tentang batas negara,'' papar Megan.

Jenifer menambahkan, situs yang diakses lebih dari 100 juta pengguna internet tiap hari itu, juga telah dikembangkan menjadi lebih personal. Artinya, setelah di download, pengguna juga bisa memanfaatkannya sebagai penyimpan data foto dan agenda.


Selama ini, penelitian dan pengetahuan mengenai iklim dan dimensi kelautan masih minim jika dibandingkan dengan perspektif kawasan darat seperti hutan dan lahan. Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Emil Salim mengatakan, pengetahuan kelautan sangat erat hubungannya dengan perubahan iklim dunia.

Ia mencontohkan, pertemuan konvensi internasional seperti konvensi perubahan iklim, konvensi keanekaragaman hayati dunia, sangat jarang menyinggung soal laut. ''Alasannya karena laut tidak banyak diketahui. Begitu pula ilmu pengetahuan mengenai hal apa yang pengaruhi laut dengan perubahan iklim belum banyak dilakukan para peneliti. Padahal laut mempunyai potensi yang luar biasa untuk menyerap CO2,'' ujar Emil.

Karena itu, dengan Google Ocean diharapkan mata dunia bisa semakin terbuka untuk menelusuri kedalaman, kakayaan dan manfaat laut. Menteri Freddy menilai kemudahan akses data di Google Ocean bisa mendukung program pemerintah dalam memonitor kondisi terkini laut maupun komoditi di dalamnya. Dan ini, kata Freddy, telah didukung sejumlah negara maju seperti AS, Jepang, Kanada, Jerman, serta Uni Eropa. zaky al hamzah

Senin, 2009 Mei 11

Dedi Mulyadi: ‘Produk Dalam Negeri Makin Bagus’



Ditengah hantaman krisis ekonomi dunia, permintaan produk Indonesia di pasar ekspor menurun drastis. Ini dinilai sebagai momentum dan saat yang tepat untuk menggalakkan penggunaan produk dalam negeri. Dan inilah yang memang menjadi salah satu tujuan digelarnya Pameran Produksi Indonesia (PPI) oleh Departemen Perindustrian, 13-17 Mei 2009 mendatang. Bersama sejumlah wartawan dari berbagai media, wartawan Republika, Zaky Al Hamzah dan Mansyur Faqih, dan Pandega Citra Bangsa, mewawancarai Ketua Panitia Penye leng gara PPI 2009 yang juga Kepala BPPI Depperin, Dedi Mulyadi. Berikut petikannya.



Dunia sedang mengalami krisis ekonomi, pemerintah justru menggelar pameran. Apa tujuan utama pameran ini?
Misi utama yang ingin disampaikan adalah membangun serta menumbuhkembangkan kebanggaan dan kecintaan yang makin besar terhadap produk industri dalam negeri, yang selanjutnya sudah barang tentu adalah mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri.

Penyelenggaraan PPI saat krisis global, saya berpendapat hal ini justru waktu yang tepat. Krisis keuangan global telah memaksa negaranegara tujuan utama ekspor dunia mulai mengurangi impor, dan memaksa negara eksportir mengalihkan tu juan ekspornya. Indonesia dengan penduduk yang sangat besar merupakan pasar potensial bagi negara manapun.

Kita tidak ingin pasar domestik dibanjiri produk-produk impor yang justru berkualitas rendah. Pasar domestik harus dikuasai produk dalam negeri dan untuk itu masyarakat perlu mengenal dan mengetahui kemampuan industri nasional dalam menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan. Dalam kerangka tujuan tersebut, pada PPI 2009 ini akan ditampilkan produk-produk yang ber kualitas. Sekali lagi, kita harus menunjukkan kepada publik produk lokal sungguh berkualitas, meski kegiatan ini menjadi me na rik karena diselenggarakan di tengah krisis ekonomi dunia, yang ju ga telah berimbas dan terasakan di Indonesia.

Bagaimana PPI 2009 ini dapat mencerminkan kekuatan industri dalam negeri dan sekaligus meningkatkan minat pasar dalam negeri?
Adanya krisis keuangan global memaksa kami untuk menetapkan tingkat pertumbuhan industri nasional yang lebih realistis, karena sudah dipastikan ekspor akan menurun, juga tingkat konsumsi dalam negeri. Namun perlu diketahui selama ini banyak industri yang orientasinya ekspor dan masyarakat juga semakin banyak memakai produk impor yang sebetulnya juga sudah diproduksi di dalam negeri. Dampak krisis global akan memaksa industri yang semula orientasi ekspor untuk mulai melirik pasar dalam negeri yang sangat potensial. Untuk melindungi pasar dalam negeri, pemerintah mengeluarkan kebijakan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56/2009 tentang pengawasan impor lima produk dan pengaturan pelabuhan impor guna mengurangi arus barang selundupan. Di sisi lain, ada Inpres Nomor 2/2009 tentang peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN), yang banyak mendukung penjualan produk dalam negeri baik pemerintah maupun swasta.

Pada saat bersamaan tentunya perlu upaya untuk meningkatkan penguasaan pasar domestik bagi produk dalam negeri melalui peningkatan rasa cinta dan bangga dari masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri. Ini tentunya harus disertai kesadaran penuh dari semua pelaku industri untuk dapat menghasilkan barang yang berkualitas, sesuai selera pasar, cukup jumlahnya, mudah didapat dan tidak kalah penting harganya kompetitif. Disinilah peran PPI 2009 untuk memperlihatkan sejauhmana kekuatan industri dalam negeri, dengan menampilkan produk-produk berkua litas dan siap mengisi pasar dalam negeri.

Bagaimana meyakinkan masyarakat maupun buyers supaya mengunjungi pameran ini?
Meskipun pameran ini lebih ditujukan kepada masyarakat Indonesia dan hanya dihadiri produsen lokal, namun kami tetap melakukan promosi dan mengundang buyers dari luar negeri. Dengan situasi ekonomi global yang kurang prospektif, kami sangat sadar kemungkinan tingkat kehadiran buyers luar negeri tidak seperti yang diharapkan. Tapi, hingga kini sudah terdaftar 110 pembeli dari sembilan negara yaitu, Pakistan, India, Srilanka, Jepang, Cina, AS, Iran, Saudi Arabia, dan Spanyol. Terdapat kurang lebih 550 peserta dari berbagai perusahaan dalam negeri dan peme rin tah untuk menampilkan produk terbaiknya.

Lewat pameran inilah, pemerintah pusat, pemda, perusahaan swasta serta instansi penelitian dan pengembangan riset teknologi dalam negeri memperlihatkan industri dalam negeri mampu menghasilkan berbagai produk, mulai dari produk sederhana sampai produk dengan muatan teknologi tinggi; produk untuk konsumsi sehari-hari sampai dengan produk barang modal. Juga sudah mampu menghasilkan barang yang berkualitas dan sanggup bersaing dengan produk impor dan bahkan mampu menembus pasar global.

Kemudian terkait transaksinya, pameran industri berbeda dengan pameran perdagangan. Transaksi dagang yang sebetulnya sangat diharapkan dalam PPI ini adalah justru transaksi antara produsen dengan penyalur untuk dapat mendistribusikan dan memasarkan secara luas produk-produk industri dalam negeri ke seluruh daerah, sehingga masyarakat luas dapat dengan mudah memperoleh dimanapun saja.

Dibanding PPI sebelumnya apa saja keistimewaan penyelenggaraan tahun ini?
Iya, PPI tahun 2009 digelar setelah ada Inpres No. 6 Tahun 2008. Presiden Republik Indonesia telah menginstruksikan Menteri Perindustrian untuk menyelenggarakan Pameran Produksi Indonesia (PPI) pada tanggal 13 dan 17 Mei 2009 yang akan datang di Jakarta bertepatan dengan peringatan hari Kebangkitan Nasional.

Tentu, penyelenggaraan Pameran Produksi Indonesia kali ini sangat istimewa karena penyelanggaran PPI 2009 bertepatan dengan peringatan hari kebangkitan nasional dan tepat waktu karena saat ini kita berada dalam situasi krisis keuangan global. Di tengah-tengah upaya menggalakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat.

Krisis keuangan global yang terjadi saat ini telah menurunkan permintaan dunia terhadap barang-barang ekspor dari Indonesia yang dikhawatirkan akan menyebabkan ledakan pengangguran di dalam negeri dalam jumlah besar. Krisis yang melanda negara-negara tujuan ekspor kita seperti Amerika Serikat dan Eropa, mulai mengancam kelangsungan produk ekspor Indonesia ke negara-negara tersebut. Kondisi ini akan mengancam ketahanan industri nasional yang pertumbuhannya akhir-akhir ini semakin menurun, bahkan berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi.

Negara kita merupakan pasar terbesar di Asia tenggara. Namun sayangnya, sebagian pasar kita telah terserap oleh produk impor. Volume pembelian produk impor masih sangat besar, bahkan cenderung naik. Bahkan sebagian dari produk yang membanjiri negara kita merupakan barang ilegal atau selundupan. Indonesia menjadi surga bagi penyelundupan terutama ekspor negara-negara industri yang menghasilkan produk low-end.

Demikian juga masuknya produk-produk impor baik yang legal maupun yang berbau dumping telah mengancam posisi produk Indonesia di pasar dalam negerinya sendiri yang kian terbuka. Perlu disadari bahwa sebagian rakyat kita membeli produk impor bukan karena tidak cinta produk dalam negeri namun mungkin karena produk impor seringkali lebih murah dan tersedia dekat dengan masyarakat kita. Kadang produk lokal seringkali tidak tersedia atau justru harganya lebih mahal. Ini kondisi nyata. Hal ini merupakan tantangan yang perlu diatasi dengan upaya bersama seluruh komponen bangsa.

PPI tentu tidak dirancang hanya menjadi ajang jualan produk murah. Apa aspek strategis PPI?
Aspek strategis PPI 2009 tercermin dari tema Pameran Produksi Indonesia Tahun 2009 yaitu “Bersama Membangun Industri Dalam Negeri” yang mengandung makna bahwa ajakan kebersamaan dalam membangun industri dalam negeri memiliki dimensi yang sangat luas, strategis dan berwawasan jangka panjang karena pembangunan industri adalah upaya besar segenap komponen bangsa, tanpa sinergi dan kebersamaan, mustahil cita-cita menuju negara dan bangsa maju, sejahtera, sejajar dengan bangsa-bangsa lain, dapat tercapai.

Kita memahami betul saat ini adalah masa yang sangat sulit. Negara-negara utama tujuan ekspor kita seperti Amerika Serikat, Eropa dan Jepang akan mengurangi impor sehingga berdampak ganda: di satu sisi, menurunnya ekspor kita dan di sisi lain, potensi beralihnya tujuan ekspor negara-negara pesaing untuk menjadikan Indonesia yang berpenduduk 225 juta ini sebagai pasar ekspor yang besar.

Kondisi ini akan mengancam ketahanan industri nasional yang pertumbuhannya akhirakhir ini semakin menurun, bahkan berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi. Semakin melemahnya industri nasional akan semakin mempersulit serapan tenaga kerja yang berdampak pada semakin tingginya angka pengangguran.

Apa yang membuat pemerintah yakin PPI menyedot pengunjung dan buyers yang signifikan?
Kita menyadari PPI hanyalah sarana meningkatkan kegairahan masyarakat terhadap produk barang dan jasa dalam negeri. Tujuan utamanya ialah menjadikan produk dalam negeri sebagai primadona di masyarakatya sendiri. Karena itu, PPI tak bisa berdiri sendiri. Ia harus diikuti kegiatan strategis pendukung sebelum dan sesudahnya.

Untuk itu, dalam agenda PPI 2009 terdiri dari beberapa kegiatan utama dan kegiatan penunjang. Kegiatan utama meliputi: Gelar Produk Unggulan Indonesia dan Peragaan/visualisasi kebijakan industri serta Kemampuan Inovasi Teknologi dengan Icon “InforDiperlukan upaya dan langkah-langkah khusus untuk menangkal agar dampak krisis global ini tidak semakin meluas.

Upaya tersebut antara lain dengan memberdayakan produk dalam negeri agar daya saingnya meningkat sehingga selain unggul di pasar dalam negeri, produk Indonesia juga mampu bersaing di pasar global. Langkah tersebut didukung pula oleh program kampanye untuk meningkatkan kepercayaan serta kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri agar terjadi peningkatan penggunaan produk dalam negeri secara signifikan. mation Communication Technology (ICT)“.

Kedua, keseluruhan materi yang akan dipamerkan mengacu pada kriteria bahwa barang dan jasa adalah yang diproduksi di dalam negeri dengan menggunakan tenaga kerja sebagian atau seluruhnya warga Negara Indonesia; diutamakan yang laku atau berpotensi laku di pasar dalam dan luar negeri; hasil pengembangan teknologi, rekayasa dan disain bangsa Indonesia; menjadi substitusi barang dan jasa yang nilai impornya besar, dan merupakan unggulan ekspor atau prospektif untuk diekspor.

Selanjutnya, kegiatan pendukung dalam rangka memeriahkan PPI 2009 antara lain seminar, dengan menghadirkan para pembicara dari kalangan akademisi/pakar/peneliti/pimpinan instansi pemerintah yang berasal dari dalam dan luar negeri. Tema seminar PPI 2009 adalah “Perilaku Bisnis Mandiri Membangun Industri Dalam Negeri Dalam Menghadapi Persaingan & Krisis Global”.

Topik-topik yang akan dibahas antara lain teknologi nano sebagai pilihan strategi rekayasa nanopartikel untuk bahan baku dalam upaya peningkatan daya saing produk dalam negeri; Lingkungan hidup yang ramah untuk mendukung pembangunan Kompetensi Inti Industri Daerah; dan Pengembangan industri ICT sebagai industri andalan masa depan. Kedua, Lomba Film Animasi dengan tema “Cinta Produk Indonesia” dan Lomba Film Animasi Cerita tentang Suasana dan Alam Lingkungan serta Budaya Indonesia.

Apa pencapaian yang dapat diharapkan dari pameran kali ini?
Diharapkan dengan Penyelenggaraan Pameran Produksi Indonesia 2009 (PPI) 2009 tercapainya promosi peningkatan penggunaan produksi dalam negeri, serta sosialisasi untuk peningkatan apresiasi dan kecintaan terhadap produksi nasional, sehingga semakin tumbuh dan berkembangnya keyakinan serta kepercayaan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat terhadap kemampuan jajaran industri nasional dalam rangka menunjang upaya menuju kemandirian di bidang ekonomi. Dengan tingginya kecintaan, kepercayaan, kebanggaan serta keyakinan atas kemampuan produksi nasional sehingga tercapai peningkatan penggunaan produksi dalam negeri.

Hal ini sesuai dengan dukungan dan komitmen pemerintah melalui Inpres No. 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Peraturan ini dikeluarkan dalam rangka mengoptimalisasi belanja pemerintah dalam pengadaan/jasa Pemerintah, sekaligus menggerakkan pertumbuhan industri dalam negeri melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Dapatkah PPI ini diarahkan juga untuk melahirkan tren baru yang mendongkrak pencitraan tersebut?
Ya, PPI 2009 menampilkan kemampuan dan potensi anak negeri dalam menghasilkan produk-produk buatan dalam negeri yang berkualitas. Hal ini dapat dilihat bahwa stand pameran terbagi atas beberapa zona yaitu zona pameran tematik, hasil litbang industri, industri elektronika & telematika, industri alat angkut, lembaga pendukung, basis industri manufaktur, industri berbasis agro, industri berbasis agro, industri mebel, industri kecil & menengah, interdep & LPND. Disamping itu PPI 2009 menampilkan seluruh potensi daerah dan kawasan industri di seluruh Indonesia.

Apa yang dilakukan pemerintah untuk mendorong rasa cinta terhadap produk dalam negeri?
Kata orang, pemihakan dimulai dari percintaan. Begitu juga dengan produk dalam negeri. Orang harus terlebih dahulu mencintai produk dalam negeri untuk selalu memihak, dengan membeli produk barang dan jasa dalam negeri. Penyelenggaraan PPI kali ini bertemakan Bersama Membangun Industri Dalam Negeri dan dengan sub tema Aku Cinta Indonesia (ACI) mengandung makna ajakan kebersamaan membangun industri dalam negeri, memiliki dimensi yang luas, strategis dan berwawasan jangka panjang.

Pembangunan industri adalah upaya besar segenap komponen bangsa, di mana tanpa sinergi dan kebersamaan, mustahil cita-cita menuju negara dan bangsa maju yang sejahtera, sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia dapat tercapai. Jadi, lewat PPI ini kami ingin menggunggah rasa kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Intinya, merubah pola pandang masyarakat dengan menunjukkan produk lokal sudah berkualitas dan harganya bersaing, karena konsumen terkadang masih terbiasa dengan pemikiran bahwa produk impor selalu bagus.