
Tema yang diusung Tokyo Motor Show (TMS) ke-41 kali ini merupakan pengembangan dari pameran motor show di sejumlah negara. Termasuk pengembangan dari TMS ke-40 tahun 2007 silam. Tagline di TMS tahun ini adalah membikin kendaraan ramah lingkungan dan hemat energi.
Di Frankfurt Motor Show 2009, misalnya. Sejumlah pabrikan mobil kelas dunia memperkenal kendaraan ramah lingkungan. Seperti Audi memperkenalkan e-tron, mobil listrik dengan performa mobil sport. Mobil itu menggunakan penggerak empat roda, setiap roda dilengkapi dengan motor listrik.
Keempat motor listrik itu menghasilkan tenaga maksimum 313 Pk dan torsi maksimum 4.500 Nm, dan sanggup berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu 4,1 detik. Kecepatan maksimum dibatasi secara elektronik pada 200 kilometer per jam.
Baterai lithium-ion sanggup menyediakan tenaga listrik untuk perjalanan sejauh 248 kilometer, untuk sekali pengisian. Pengisian baterai dengan listrik rumah memerlukan waktu 6-7 jam, sedangkan dengan charger khusus hanya 2,5 jam.
Sedangkan di TMS, Toyota kembali unjuk gigi dengan meluncurkan tiga produk anyarnya. mobil konsep FT-86, Prius Plug-In Hybrid, dan FT –EV II. Serta memperkenalkan prototipe Lexus LFA.

Yasuo Kajino, manajer Toyota Motor Corporation (TMC) mengatakan, Konsep FT-86, sebuah mobil sport yang dilengkapi dengan 2.000 cc, horizontal menentang, empat silinder, bensin disedot secara alami-mesin yang membangkitkan kegembiraan mengendarai mobil dan kesenangan kepemilikan kendaraan.
Seperti namanya "86 Toyota Konsep Masa Depan" menyiratkan, FT-86 Konsep. ‘’Ini adalah kompak, rear-wheel drive mobil konsep sport yang mengaktifkan kegembiraan kecepatan dan mengemudi mobil yang memberi daya tarik mereka serta kinerja lingkungan,’’ ujar Kajino.
Kemudian, produk Prius Plug-In Hybrid, yang kali pertama dipamerkan di depan publik Jepang di TMS tersebut. Menurut Toyoda, inilah Prius pertama yang menggunakan baterai lithium-ion. Mobil dibuat berdasarkan Prius generasi ke-3. Bisa diisi dari tenaga listrik di luar kendaraan, misalnya soket listrik di rumah.
Mobil bisa dijalankan dengan atau tanpa baterai terus. Dengan menggunakan energi listrik yang lebih banyak, efisiensi Prius ini lebih baik dibandingkan dengan hibrida bensin-listrik konvensional.
Sementara, produk konsep FT –EV II, dirancang sebagai mobil listrik jarak dekat atau mobil kota. Bodi lebih kompak dari "ultrakompak "iQ" namun masih bisa muat 4 penumpang. Menggunakan teknologi "drive by wire" (dbw) yang memungkinkan pengoperasian seluruh sitem kontrol melalui joystick untuk pedal gas, rem dan setir.
Ruang kaki jadi lega, karena tak adal lagi pedal-pedal. Mampu melaju di atas 100 km/jam dan bisa digunakan sejauh 90 km untuk sekali isi baterai. Dimensi (mm): Panjang 2.730, lebar 1.680, tinggi 1.490, jarak sumbu roda 1.900 dan bisa memuat 4 penumpang.
Sejauh ini, Toyota telah memimpin dunia dalam hibrida dengan Prius, kini dalam generasi ketiga sejak tahun 1997 debut. Prius adalah penjual kendaraan hibrida bensin-listrik tertinggi, dengan penjualan 1,4 juta kendaraan dalam penjualan pasar global sejauh ini.

Pembuat mobil telah lama mengatakan percaya hibrida yang lebih praktis solusi mobil hijau karena biaya dan kurangnya stasiun pengisian ulang listrik mobil. Tapi selalu memiliki teknologi mobil listrik. Hibrida adalah bagian kendaraan listrik.
Toyota juga pamer keluaran mobil sport baru Lexus dalam mengembangkan mobil.
Di hadapan ribuan wartawan dari mancanegara, Toyota Motor Corp memperkenalkan prototipe Lexus LFA. Wartawan Republika, Zaky Al Hamzah, yang diundang PT Toyota Astra Motor (TAM) di ajang Tokyo Motor Show (TMS) ke -41 tahun 2009, menyaksikan dari dekat peluncuran Lexus LFA yang dilakukan Presiden Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, yang kala itu meraungkan suara mesin dengan menekan pedal gas.
LFA tergolong sedan sport mewah pertama Lexus yang akan diproduksi pada akhir 2010 dengan jumlah terbatas, hanya 500 unit. Menurut Johnny Darmawan Danusasmita, Presdir PT Toyota Astra Motor, Indonesia mendapat jatah dua unit mobil, dan kabarnya sudah ada peminat serius. ‘’Kami juga berencana membawa LS 600HI untuk konsumen Indonesia, karena banyak peminatnya,’’ katanya, ditemui di sela-sela TMS 2009.
Penampilan kendaraan eksotis di area pamer Lexus bersamaan dengan sedan hybrid LF-Ch mempertegas Lexus sebagai penghasil mobil bercita rasa tinggi. Buktinya, selain Lexus LFA, diperkenalkan juga Lexus LS 600Hl dan RX 450h yang dipajang di TMS.
Melalui produk-produk yang diperkenalkan dalam pameran ini, Akio Toyoda menyebutkan bahwa Lexus begitu peduli terhadap konsumennya dengan memberi kenyamanan saat berkendara dan berada di depan karena kemampuan teknologinya.
Sebelum dilaunching secara meriah di TMS, Lexus LFA sendiri sudah ditampilkan dalam bentuk konsep pada Detroit Motor Show 2005. Pengembangannya sejalan dengan tim F1 Toyota sehingga mobil ini berani diklaim ultra-responsive dan memiliki kestabilan yang sangat tinggi.
Dibekali mesin V10 4,8 L dengan gerak roda belakang, Lexus LFA merupakan kombinasi hasil yang tinggi, dipadu rancangan yang indah, dan aerodinamika yang sempurna. Dengan demikian, ia mempunyai karakteristik putaran mesin yang tinggi. Bahkan, kecepatan maksimum bisa dicapai pada 325 km/jam.
Untuk menghentikan kecepatan setinggi itu, sistem penghenti laju dilengkapi bahan carbon ceramic. Akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dalam 3,7 detik.
Kehadirannya bakal menjadi ancaman bagi para pesaingnya. Dari segi dimensi, panjang LFA 4.505 mm atau lebih pendek 5 inci dari Porsche 911. Namun, mobil ini memiliki sumbu roda 2.605 mm atau lebih panjang 9 inci dan mendekati ukuran Ferrari 430. Lebarnya pun tidak jauh beda dibanding Aston Martin DB9 dan Mercedes SL55.
Banyak kelebihan yang dimiliki Lexus LFA. Untuk dapur pacu, mobil ini menggunakan bahan gabungan aluminium alloy, magnesium, dengan titanium. Ukuran mesin lebih kecil dari ukuran konvensional V8.
Keunikan lain dari LFA, kabinnya 100 kg lebih ringan bila dikomparasi dengan bahan aluminium. Keringanan kabin sedan eksotik ini diperoleh berkat penggunaan bahan carbon fiber yang diperkuat dengan plastik (CFRP). Soal harga, Lexus LFA dibandrol sekitar 37 juta yen. Maklum, karena mengusung teknologi tinggi.
Toyota juga meluncurkan sedan kompak mewah hibrida terbaru untuk pasar Jepang dengan nama “Sai”. Sai berasal dari kata Jepang yang punya dua arti berbeda bila ditulis dalam huruf kanji yang berbeda.
Pertama, artinya talent atau bakat. Adapun yang kedua, artinya pewarnaan. Lantas, dua hal itu disatukan Toyota menjadi bakat hebat dan kecanggihan multi-warna.
Mobil ini menggunakan mesin bensin 2,4 liter yang digabungkan dengan motor listrik. Dijelaskan pula, mobil ini menggunakan plastik ekologi yang dibuat dari tanaman, dan bahan tersebut yang memenuhi 60 persen permukaan interior.
Konsumsi bahan bakarnya 19,8 km per liter. Tentu saja kemampuan itu kalah jika dibandingkan dengan Prius. Andalan dari mobil ini adalah adanya berbagai perlengkapan keamanan yang canggih. Harga paling rendah 3,38 juta yen (Rp 351 juta) dan paling mahal 4,26 juta yen (Rp 445 juta). Peminat mobil ini harus bersabar, karena mobil ini mulai dijual pada 7 Desember nanti.
Sedangkan pabrikan Honda meluncurkan Honda Skydeck dalam debutnya di TMS. Mobil ini menggunakan teknology hybrid powertrain, dan memiliki enam tempat duduk, dengan pintu sliding dan scissor-wing.

Sebelumnya, Honda berkonsentrasi pada teknologi fuel-cell hidrogen, tetapi saat ini giat mengembangkan teknologi mobil listrik karena lambannya pengembangan prasarana pengisian hidrogen.
Direktur Marketing PT TAM Indonesia Joko Trisanyoto, menyatakan, keluarnya produk-produk ramah lingkungan tersebut bukti komitmen Toyota terhadap penyelamatan lingkungan. PT Toyota Astra Motor (TAM), lanjutnya, akan terus secara intensif melakukan kegiatan sosial di tanah air sesuai dengan Toyota Earth Charter, yaitu pendekatan komprehensif terhadap isu-isu lingkungan secara global yang diadopsi oleh afiliasi Toyota di seluruh dunia.
Menurutnya, secara internal, Toyota melakukan kampanye yang disebut sebagai Kampanye Lingkungan. Kampanye Lingkungan ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran secara paralel dari semua pemangku kepentingan Toyota sebagai wujud dari kepedulian lingkungan hidup.
‘’TAM juga memiliki program Green Employee, yakni kampanye membangun pola pikir hemat energi dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan diharapkan dimulai dari diri masing-masing individu di Toyota,’’ jelas Joko.
Sementara, Mitsubhisi masih mengandalkan i-MiEV (intellegent-Mitusbishi Electric Vehicle) di TMS 2009. Selain model city car yang sudah dikenalkan sebelumnya, Mitsubhisi memperkenalkan bentuk CARGO dan andalan barunya, yakni PX-i-MiEV.
PX merupakan sport utility vehicle (SUV) berpenggerak hybrid plug-in yang dilengkapi teknologi terbaru Super All Wheel Control (S-AWC) yang mampu menggerakan seluruh roda saat bersamaan. Tenaga sebesar 82dk dihasilkan dari dua motor listrik berkapasitas 60kW dengan torsi 200Nm. Sementara mesin bensin berkapasitas 1.600cc menghasilkan tenaga 116dk dan torsi 125Nm.
Untuk sistem pengisian baterai, di antaranya melalui sistem pengereman (seperti hybrid umumnya) atau bisa langsung dicolokkan ke stop kontak di rumah. Dimensinya, panjang 4,5 meter (m), lebar 1,8m, dan tinggi 1,66m dengan sumbu roda 2,6m. Dari penampilan eksterior, tampangnya mirip dengan Outlander. Masuk ke dalam, interior mobil menawarkan sesuatu yang super nyaman bernuansa simpel khas anak muda Jepang. Bangku mobil tertutup dengan sarung jok anti-alergi dan sedikit sentuhan lampu LED pada panel instrumen di tengah dan pintu.
Selanjutnya, Mitsubishi juga akan menyandingkan produknya di atas dengan i-MiEV CARGO yang mengacu dari produk i-MiEV yang sudah diluncurkan ke pasar Jepang Akhir Juli lalu. Ruangannya bisa di adaptasi sesuai kebutuhan. Berbentuk kubus di bagian belakang memuat setiap sisi mobil ini bisa dimanfaatkan untuk dimaksimalkan untuk kargo.
CARGO mengaplikasikan mesin listrik murni yang mampu menghantarkan tenaga sebesar 64dk dan torsi maksimum 180Nm. Pada saat baterai terisi penuh mobil mampu melaju hingga jarak 160 kilometer. Total, produsen mobil berlambang tiga bentuk belah ketupat merah ini menampilkan total 16 model pada TMS 2009. # the japan times/reuters/worldcarfans # zaky al hamzah






